Ambil Nomor Urut, Jokowi-Ma'ruf Berangkat Dari Rumah Aspirasi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 20/09/2018 17:41 WIB
Ambil Nomor Urut, Jokowi-Ma'ruf Berangkat Dari Rumah Aspirasi Sekjen PDIP sekaligus Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin bakal berangkat dari Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi Nomor 46, Jakarta Pusat menuju gedung Komisi Pemilihan Umun untuk mengambil nomor urut.

Diketahui, KPU bakal menetapkan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Jumat (21/9) malam di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat.

Hasto mengklaim, Jokowi-Ma'ruf berangkat dari rumah aspirasi karena mencerminkan perhatian keduanya yang besar terhadap aspirasi masyarakat.


"Sehingga Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf didampingi ketua umum parpol akan berangkat dari Rumah Aspirasi Jalan proklamasi Nomor 46," ujar Hasto di Gedung DPP PDIP, Jakarta, Kamis (20/9).

Hasto yang juga Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu mengatakan pihaknya bakal menyiapkan acara persiapan keberangkatan Jokowi dan Ma'ruf dengan menarik. Ia menyebut persiapan keberangkatan kubu Jokowi-Ma'ruf balal didesain dengan sederhana namun sarat akan tradisi kebudayaan.

"Kita sederhana mencerminkan ke-Indonesiaan. Kita sebagai bangsa yang ber-Tuhan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan itu tim kreatif sudaj dibentuk yang dipimpin langsung oleh Erick Thohir," terang Hasto.

Kendati begitu Hasto enggan merinci persiapannya seperti apa. Dia menegaskan hal itu bakal menjadi kejutan di hari H saat hendak mengambil nomor urut di KPU.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan pengambilan nomor urut adalah cermin dari kontestasi pemilu. Nomor urut pun dia berharap jangan sampai membuat perbedaan satu sama lain dalam Pemilu 2019 nanti.

"Untuk pengambilan nomor urut nomor satu atau dua semua mencerminkan sebuah gambaran bagaimana seharusnya kontestasi ditujukan untuk kemajuan kita bersama sebagai bangsa, nomor satu dan dua jangan sampai membeda-bedakan dan kemudian semua berjuang hanya untuk kekuasaan," ucap dia. (sah)