Pramono mengatakan KPU akan terlebih dahulu mengkaji lalu membicarakan berbagai hal terkait debat bersama para kandidat. Jika memang kedua calon presiden-wakil presiden sepakat, maka dilakukan perubahan-perubahan mengenai debat kandidat.
"Soal debat paslon presiden dan wapres, nanti kami akan rumuskan formatnya, durasinya, berapa segmen, moderatornya, narasumbernya, panelisnya, itu semua berdasarkan kesepakatan semua pihak. Jadi, tetap kami akan diskusikan," kata Pramono di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih spesifik, berbagai hal mengenai debat dijelaskan dalam keputusan KPU Nomor 1096/PL.01.5-Kpt/06/KPU/IX/2018 tentang petunjuk teknis fasilitas metode kampanye dalam Pemilu 2019. Termasuk mengenai format tanya jawab yang dibatasi waktu dan juga orang-orang yang dilibatkan dalam penyusunan materi debat.
"Semua hal yang terkait debat paslon, harus berdasarkan kesepakatan dua belah pihak. Tidak boleh salah satu usul, yang lain menolak, lalu dipaksakan, tidak bisa. Harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak," kata Pramono.
Sebelumnya , format debat capres-cawapres sempat menjadi perbincangan setelah kubu Prabowo-Sandiaga mengusulkan agar bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Usulan ini disampaikan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto.
Sementara sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyarankan agar konsep debat diubah karena format yang selama ini diterapkan KPU di pilkada dan pilpres cenderung mirip dengan cerdas cermat.
Menurut Hinca sebaiknya kandidat diberi waktu yang cukup panjang untuk membeberkan pandangan-pandangannya.
"Kami akan minta KPU untuk membuat itu dihapus saja debat ala cerdas cermat, tapi menyampaikan pikiran gagasan besar untuk saat ini," kata Hinca.
Menanggapi itu, kubu Jokowi-Ma'ruf menilai penggunaan bahasa Inggris dalam debat kandidat merupakan usulan yang aneh karena tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang. Berdasarkan PKPU Nomor 23/2018 tidak ada aturan yang menyebut debat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa lain.
Lebih jauh, Karding mengusulkan lomba salat dan mengaji bagi para kandidat jika pihak Prabowo-Sandiaga bersikeras agar debat menggunakan bahasa Inggris.
"Kalau mau cari-cari seperti itu saya bisa usulkan lomba ngaji atau lomba salat antara capres dan cawapres. Jadi jangan aneh-aneh, cari yang bermutu," ujar Karding. (fhr/wis)