Kementerian PUPR Cari 1000 CPNS, 10% Jatah Bagi Cum Laude

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 09:00 WIB
Kementerian PUPR Cari 1000 CPNS, 10% Jatah Bagi Cum Laude Ilustrasi pegawai Kementerian PUPR. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan perekrutan 1000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditempatkan di unit-unit kerja yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dari total seribu posisi yang dibuka pada seleksi CPNS tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti menyatakan ada 100 formasi yang akan diperebutkan lulusan terbaik atau cum laude.

Selain itu, formasi lain adalah 760 untuk jalur umum dan 20 (2%) untuk difabel serta putra-putri terbaik Papua.


"Pendaftaran dibuka secara online melalui https://sscn.bkn.go.id mulai 26 September 2018,"kata Anita seperti dikutip dari Situs Sekretariat Kabinet RI, Selasa (25/9).


Anita mengatakan bagi para pelamar batasan usianya maksimal 40 tahun per 10 Oktober 2018 untuk jenjang pendidikan S1/D4. Selain itu, bagi pelamar formasi difabel atau honorer aktif di Kementerian PUPR tak lebih dari 35 tahun.

Dari seribuan posisi di Kementerian PUPR, tiga terbanyak dibuka untuk jabatan Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Pertama (209), Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Pertama (205), dan Teknik Pengairan Ahli Pertama (150).

Bagi para pelamar CPNS, semua informasi pendaftaran untuk seleksi tahun ini diakses secara terintegrasi di situs yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN), https://sscn.bkn.go.id .

Situs itu sudah bisa diakses sejak 19 September lalu. Namun, belum seluruh instansi yang membutuhkan CPNS tahun ini menampilkan formasi lowongan. Akhir pekan lalu, Kabiro Humas BKN Moh RIdwan seluruh instansi telah menyediakan informasi tentang formasi dan persyaratan selambat-lambatnya sebelum 26 September 2018.

"Jika sampai dengan 26 September 2018 belum tersedia informasi tersebut di portal SSCN, BKN khawatir proses seleksi CPNS 2018 akan tertunda," demikian ujar Ridwan akhir pekan lalu.

Ridwan mengingatkan, bahwa proses ini penting untuk dipatuhi mengingat jadwal pelaksanaan seleksi CPNS 2018 sangat ketat hingga Desember 2018. Sebab BKN mendapat tugas untuk menyelesaikan penetapan NIP pada tahun ini juga.

Setelah proses seleksi administrasi dilakukan, peserta yang lolos kemudian harus mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Untuk pelaksanaan SKD dan SKB, kata Ridwan, BKN sudah menyiapkan lebih dari 200 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Meski demikian, sambungnya, penambahan titik lokasi pelaksanaan SKD dan SKB untuk seleksi CPNS 2018 masih mungkin dilakukan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

(kid/kid)