Adik Ahok Pertanyakan Niat Ma'ruf Amin Temui Ahokers

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 08:21 WIB
Adik Ahok Pertanyakan Niat Ma'ruf Amin Temui Ahokers Adik kandung Ahok siratkan perasaan tak gembira terkait niat Ma'ruf Amin temui Ahokers jelang pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Adik kandung terpidana kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok), Fifi Lety Tjahaja menyindir langkah calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin yang akan menemui pendukung Ahok (Ahokers).

Sidiran itu dilontarkan Fifi lantaran banyak pihak yang bertanya soal sikapnya terkait keinginan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu yang berniat merangkul pendukung Ahok di pemilihan presiden (pilpres) 2019.

"Saya jujur saja heran ya langit dan lautan begitu luasnya kenapa juga ya mesti ke Ahokers? Trus Ahokers kan banyak ini yg mana ya atas nama Ahokers? Hahahahaha aja deh," tulisnya lewat akun instagram pribadi fifiletytjahjapurnama, Selasa (25/9).



Fifi mengaku punya persepsi berbeda saat Ma'ruf maju sebagai cawapres Joko Widodo di pemilu tahun depan. Ia menduga mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dipilih justru agar bisa merangkul pihak-pihak yang demo terhadap Ahok.

"Kirain beliau dipilih biar bisa rangkul yang dulu demo Ahok..Ehm," lanjutnya.

Ma'ruf Amin bersama Imam besar FPI Rizieq Shihab jelang aksi 212 mengecam sikap Ahok. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Secara pribadi, Fifi kemudian mengaku tidak punya hak untuk menerima atau menolak niatan Ma'ruf tersebut. Pasalnya, imbuh dia, Ahokers sendiri yang bisa berpikir dan menimbang kepantasan langkah Ma'ruf tersebut. Lagian menurut dia, Ma'ruf ingin berjumpa Ahokers, bukan akan bertemu keluarga ataupun pengacara mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Apa Ahokers mau atau tidak saya pikir itu kembali ke hak masing-masing saja. Ahokers pintar pasti bisa jawab ini. Mungkin jangan atas nama #ahokers kali ya? Gitu saja Kok repot? Untung juga bukan mau ketemu saya, hahaha, itu baru repot namanya," pungkasnya.


Sebelumnya Ma'ruf mengaku gembira akan dipertemukan dengan Ahokers. Ma'ruf mengklaim selama pertemuan dilakukan demi menjunjung keutuhan bangsa, maka ia harus bergaul dengan semua pihak.

Ma'ruf pernah bermasalah dengan pendukung Ahok karena sebagai Ketua Umum MUI, dia mengeluarkan fatwa Ahok telah menista agama Islam dan menghina ulama lewat pernyataan kontroversial mengutip ayat Alquran surat Al-Maidah ayat 51.

Ma'ruf bahkan kala itu bersaksi di persidangan bahwa ucapan Ahok membuat marah warga Pulau Pramuka, lokasi di mana Ahok berbicara soal Al Maidah ayat 51. Temuan itu, kata Ma'ruf, merupakan hasil investigasi tim MUI.

Ahok diperiksa terkait penistaan agama. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Kesaksian Ma'ruf ditanggapi keras Ahok yang menganggap dirinya disudutkan. Dalam sidang, Ahok mengaitkan Ma'ruf dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kasus tersebut. Ahok mempertanyakan hubungan Ma'ruf dengan SBY, yang saat itu mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni pada Pilgub DKI 2017.

Ma'ruf yang merupakan eks Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) SBY, membantah dirinya terkait dengan salah satu paslon. Atas tudingan ini, Ahok dikritik keras pimpinan dan kader NU.

[Gambas:Instagram]

Namun kini, Ma'ruf mengaku sudah tak lagi mempermasalahkan kisruh itu. Ia menyambut baik pertemuan dengan Ahokers yang diatur politikus Golkar Nusron Wahid tersebut.

"Ada dugaan bahwa pernah melihat masa lalu sebagai Ketum MUI. Katanya, relawan Ahok agak gimana, rasa seperti apa. Saya sebetulnya nggak ada masalah," tutur Ma'ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

(DAL/kid)