Hal ini disampaikan Kuasa hukum Juniarti, Rusdianto Matulatuwa, usai mediasi pihaknya dengan empat tergugat. Mediasi itu menghasilkan kesepakatan penyusunan naskah perdamaian.
Juniarti adalah penderita kanker yang mengajukan gugatan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraturan Nomor 22 tahun 2018 berisi Petunjuk Teknis Restriksi Penggunaan Obat Trastuzumab untuk Kanker Payudara Metastatik pada Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas).
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek di Kalimantan Barat, Rabu (18/4). Ia menjadi salah satu tergugat dalam kasus Juniarti. (Dok. Biro Komunikasi Kemenkes) |
Hal ini tertuang dalam Surat Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan R Maya Armiani Rusady, Nomor 2004/III.2/2018 tanggal 14 Februari 2018 yang berisi penghentian penjaminan terhadap obat Trastuzumab sejak 1 April 2018.
Pada 23 Juli 2018, Peraturan Kementerian Kesehatan nomor 22 tahun 2018 dikeluarkan tanpa langsung adanya sosialisasi kepada masyarakat. Sementara Juniarti sudah memasukan gugatan per tanggal 27 Juli.
Pada Juni, empat tergugat mengadakan mediasi. BPJS Kesehatan, kata Rusdi, pernah berkomunikasi dengan Dewan Pertimbangan Klinis di bawah Kementerian Kesehatan.
DPK sempat mengembalikan Juniarti kepada Permenkes nomor 22 tahun 2018. Hal ini, kata Rusdi, jelas-jelas bertentangan dengan Perpres 12 tahun 2013 tersebut.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris di Jakarta, Selasa (23/5). (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari) |
Kini, perseteruan Juniarti dengan empat tergugat sudah masuk tahap penyusunan naskah atau draf perdamaian. Rencananya, draf perdamaian bakal ditandatangani empat tergugat pada hari Kamis, 27 September mendatang.
"Dengan ini, klien kami bisa melakukan pengobatan kembali, namun sesudah draf perjanjian damai ini dibacakan hakim pokok perkaranya," katanya.
"Sementara dibutuhkan sebanyak 12 dan 18 kali pemakaian pada saat kemo," kata Juniarti.
(ctr/arh)
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek di Kalimantan Barat, Rabu (18/4). Ia menjadi salah satu tergugat dalam kasus Juniarti. (
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris di Jakarta, Selasa (23/5). (