"Ya alangkah bagusnya dan kami berterima kasih kalau ada seruan dari pemerintah untuk silakan ikut nonton. Tapi enggak ada imbauan itu. Kami sedih sedikit," ucap Priyo di kediaman mendiang Presiden ke-2 RI, Soeharto, Jalan Cendana, Jakarta, Kamis (27/9) malam.
Priyo mengklaim sudah mengusulkan kepada pihak pemerintah sejak seminggu lalu. Dia mengajukan usul agar Jokowi atau pihak pemerintah mengimbau masyarakat menonton film yang selalu diputar di layar televisi pada masa Orde Baru atau ketika Soeharto berkuasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Priyo mengucapkan terima kasih karena pemerintah tidak melarang Partai Berkarya dan masyarakat pada umumnya yang ingin menggelar kegiatan nonton bareng. Menurutnya, film tersebut memang patut disaksikan setiap tahun bersama-sama.
"Bahwa pada suatu masa negeri ini pernah mengalami situasi yang kelam, mendung, kelabu karena pengkhianatan Gerakan 30 September/PKI. Komunis yang kemarin mengkhianati perjuanga bangsa kita," ujar mantan politikus Golkar tersebut.
Nonton Bareng 575 Caleg DPR di Jakarta
Priyo menerangkan partainya akan menggelar acara nonton bareng bersama seluruh caleg yang akan berkontestasi dalam Pemilu 2019. Selain itu, ormas dan komunitas simpatisan Soeharto juga akan turut diundang.
"Kami akan putar di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Dan kami akan mengundang 575 caleg," ucap Priyo.
Setelah itu, Priyo mengatakan para caleg parpol yang dibangun putra bungsu Soeharto, Hutomo Mandala Putra (Tommy) itu akan diminta untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang kekejaman PKI di dapilnya masing-masing.
Partai Berkarya, lanjutnya, juga mengimbau agar pengurus di tingkat daerah untuk mengadakan acara nonton bareng bersama warga. Namun, tegasnya, hal itu tidak bersifat wajib.