FOTO: Gelombang Doa untuk Keselamatan Rizieq Shihab

CNN Indonesia/Hesti Rika, CNN Indonesia | Minggu, 30/09/2018 04:48 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Acara doa bersama untuk Rizieq Shihab yang digelar di Monas sejak Sabtu (29/9) sore, dipimpin oleh ustaz Abdul Somad dan baru berakhir pada Minggu dini hari.

Ribuan orang menghadiri acara “Doa Bersama untuk Bangsa dan Keselamatan Imam Besar Umat Islam Nasional yang Sedang Dizhalimi, Sekaligus Santunan 1.000 Anak Yatim” yang diadakan di Monas, Jakarta (29/9).
Acara ini diisiniasi oleh Front Pembela Islam DKI Jakarta dan dihadiri sejumlah tokoh agama dan elite politik Jakarta. FPI menggalang doa untuk keselamatan Rizieq yang saat ini dicekal oleh pemerintah Arab Saudi.
Sebelum acara doa bersama dimulai panitia acara menggelar salat maghrib berjemaah di lapangan Monas, Jakarta.
FPI mengklaim acara ini dihadiri 200 ribu orang dari berbagai daerah. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut diundang dalam acara ini, namun dia tak datang karena harus menjadi penguji promosi doktor di luar Jakarta.
Acara diisi oleh tausiyah keagamaan dari sejumlah tokoh agama seperti ustaz Abdul Somad hingga Rizieq Shihab yang masih berada di Arab Saudi. Suara pidato Rizieq diputar di hadapan ribuan massa yang memadati lapangan Monas. CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Abdul Somad dalam tausiyahnya bicara soal kekuatan doa. Setelah itu dia mengajak ribuan orang yang hadir untuk mendoakan Rizieq dan korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Selanjutnya pidato Rizieq pun di putar. Kepada para jemaahnya Rizieq mengaku dalam kondisi baik di Arab Saudi. Dia juga meminta pemerintah Arab Saudi mencabut pencekalan terhadapnya. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Acara doa bersama ini digelar sehari sebelum peringatan peristiwa G30S. Panitia acara pun sibuk menyerukan bahaya dan ancaman kebangkitan komunis. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Rizieq dan panitia acara menyerukan digelar nobar film G30S PKI. Namun acara nobar yang menjadi penutup itu tidak mendapat respons antusias. Sebagian jemaah memilih pulang karena waktu sudah memasuki Minggu dini hari. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)