Korban Gempa Donggala-Palu Alami Trauma dan Luka Fisik

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 30/09/2018 07:45 WIB
Korban Gempa Donggala-Palu Alami Trauma dan Luka Fisik Gempa bumi dan tsunami mengguncang Donggala dan Palu pada Jumat (28/9). (Foto: ANTARA FOTO/Rolex Malaha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut sedikitnya ada 140 orang korban bencana gempa dan tsunami yang telah mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) Undata Palu pascagempa dan tsunami yang menerjang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) lalu.

Selain mengalami luka fisik, korban gempa dan tsunami diketahui juga menderita trauma sehingga menolat mendapat perawatan di dalam gedung rumah sakit.

"Sementara korban jiwa terhitung di RS Undata Palu sekitar 140 orang. Akses darat dari Poso ke Palu terputus, namun di Poso tidak ada kerusakan berarti, dan tidak ada korban, hanya saja pasien takut di rawat dalam gedung RS, jadi dirawat di tenda yang dibangun di lapangan," kata Widyawati Kepala Biro Komunikasi Kemenkes melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (30/9).


Lebih lanjut, Kemenkes sejak Sabtu (29/9) juga telah mengirim sejumlah bantuan tenaga kesehatan dan obat-obatan bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Sementara tenaga kesehatan (Nakes) saat ini masih dalam perjalanan.

Sedikitnya ada sembilan tenaga Kesehatan dari RSUP Kandouw yang telah berangkat melalui udara ke Gorontalo pada Sabtu sore. Para tenaga kesehatan ini kemudian melanjutkan perjalanan melalui darat untuk tiba di Palu.

Kemenkes juga telah mengirim tim gabungan dari RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Begitupun dengan tim RS. Dr. Tadjuddin Chalid, Makassar yang disebut telah siap membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Adapun dokter-dokter yang dibutuhkan dalam penanganan korban gempa dan tsunami ini yakni dokter spesialis Ortopedi, Bedah Umum, Bedah Saraf, Anestesi, Perawat Bedah, dan Perawat Anestesi. 

Terkait obat-obatan, Kemenkes pun disebut telah melakukan koordinasi dengan kabupaten terdekat seperti Kabupaten Luwuk Timur yang tidak terkena dampak dari bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9), mereka disebut telah siap menyediakan obat yang dibutuhkan. 

"Saat ini ketersediaan obat di lokasi bencana masih mencukupi," kata Widyawati

Lebih lanjut, Instalasi farmasi pusat juga disebut telah siaga menyiapkan obat jika sewaktu-waktu dibutuhkan dan Direktorat Farmasi dan Alat Kesehatan terus berkoordinasi dengan Pusat Krisis untuk menindaklanjuti hal tersebut. 

Sejak Sabtu pagi ini tim Rapid Health Assessment, Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes disebut telah bergerak menujuk Sulawesi Tengah. Namun, akibat kerusakan gempa dan tsunami menyebabkan komunikasi dan transportasi terkendala dan tim mengalami kesulitan tiba di lokasi dengan cepat. (tst/evn)