Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita pada Sabtu (29/9) menjadi salah satu pejabat negara yang bertolak dari Jakarta menuju Palu untuk berkoordinasi langsung untuk memantau korban gempa dan tsunami di daerah tersebut.
Selain mengecek keadaan korban, Agus juga bercerita tentang pertemuannya dengan seorang balita laki-laki di selokan dengan kondisi luka-luka di kaki dan wajahnya. Balita yang tampak memejamkan mata sambil mengalungkan tangannya di leher dan pundak Agus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua orang tuanya belum ditemukan," ucap Agus seperti dikutip dari siaran resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (30/9).
"Mereka adalah kelompok rentan, maka yang perlu diutamakan adalah mereka ini yang perlu sekali dapat perlindungan," imbuhnya.
"Kami memberangkatkan enam Dapur Umum Lapangan dari daerah sekitar gempa yakni Gorontalo, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Selanjutnya akan ditambah lagi menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Saat ini kami sedang siapkan penambahan dapur umum tersebut," terang Mensos.
Ia mengatakan satu unit dapur umum lapangan dapat memasak sedikitnya 2.000 nasi bungkus untuk satu kali memasak. Dapur itu akan memasak sebanyak tiga kali dama sehari, artinya dalam satu hari satu dapur umum bisa menghasilkan enam ribu nasi bungkus.
"Jika ada 6 enam dumlap, harapannya bisa melayani hingga 36 ribu nasi bungkus per hari," katanya.
Kemensos, lanjutnya, juga menyiapkan 3.000 sembako yang sebelumnya dibeli di Makassar untuk kemudian akan didistribukan ke Palu dan Donggala oleh Tagana.
"Tim juga sudah membangun tenda serbaguna untuk rumah sakit darurat, membagikan velbed untuk pasien yang bergeletakan di halaman rumah sakit, menyiapkan dapur umum lapangan di depan rumah jabatan Gubernur, menetapkan Pusdalop Sosial di Kantor Dinas Sosial Provinsi," kata Menteri.
"Inshaa allah hari ini disiapkan tenda serba guna untuk posko induk sosial," tambahnya.
[Gambas:Video CNN] (tst/evn)