Korban Gempa Donggala-Palu Butuh Makanan, Susu dan Popok Bayi

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 30/09/2018 08:15 WIB
Korban Gempa Donggala-Palu Butuh Makanan, Susu dan Popok Bayi Korban gempa Dongala-Palu membutuhkan bantuan berupa makanan pokok, susu, hingga popok bayi. (Foto: ANTARA FOTO/Indra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban gempa bumi yang mengungsi ke perbukitan Donggala Kodi, Sulawesi Tengah mengatakan membutuhkan makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Arif Pandian, salah seorang pengungsi menuturkan saat ini makanan dan kebutuhan pokok jadi hal yang paling dibutuhkan oleh korban gempa Donggala dan Palu.

"Kita di sini butuh makanan atau mie instan, hingga hari ini belum ada bantuan karena mungkin pemerintah masih fokus untuk penanganan di kota Palu yang banyak korban jiwa," ujar Arif kepada Antara, Minggu (30/9).

Selain makanan, ia juga mengatakan sekitar 1.000 pengungsi yang menempati perbukitan di Donggala Kodi, Sulawesi Tengah juga banyak anak-anak yang membutuhkan susu dan popok.


Ia mengatakan saat ini anak-anak terus menangis karena tidak ada susu dan belum ada toko yang buka.

Arif mengatakan saat ini jaringan telekomunikasi berangsu-angsur mulai pulih, meski listrik masih padam total. Ia dan ribuan pengungsi lainnya berharap segera mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Di sini kami tinggal di tenda dan beralaskan karpet serta dus bekas, saat ini bahkan hujan mulai turun," ucapnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sejak Sabtu (29/9) mengatakan telah mengirim sejumlah bantuan obat-obatan dan tenaga medis bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dokter-dokter yang dibutuhkan untuk penanganan korban gempa dan tsunami ini antara lain dokter spesialis Ortopedi, bedah umum, bedah saraf, anestesi, perawat bedah, dan perawat anestesi.

Sebelumnya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 SR mengguncang Donggala dan Palu pada Jumat (28/9) petang sekitar pukul 18.02 WITA disusul tsunami. BNPB mencatat hingga Sabtu (29/9) sudah ada 384 orang meninggal dunia di Palu. Sementara di Donggala, BNPB belum bisa memberi data termutakhir karena keterbatasan akses. (evn)