Dua Hari Pascagempa, Perekonomian Palu Lumpuh Total

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 30/09/2018 10:27 WIB
Dua Hari Pascagempa, Perekonomian Palu Lumpuh Total Warga mengambil BBM di salah satu SPBU di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (ANTARA FOTO/Rolex Malaha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pascagempa bumi berkekuatan 7,4 SR di kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, roda perekonomian di kota tersebut lumpuh total pada Minggu (30/9), tidak terlihat pergerakan transaksi baik toko maupun pusat perbelanjaan.

Masyarakat juga terpaksa berebut Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU setempat karena tidak adanya ketersediaan bahan bakar. Kelangkaan BBM juga terjadi di sejumlah daerah sekitarnya seperti Pasang Kayu, Sulbar, sementara suplai bahan pokok pun tipis dan warga hanya makan apa adanya.

Belum ada suplai BBM yang didistribusikan Pertamina dan pasokan listrik dari PLN masih tidak bisa dialirkan, jalan raya pun retak retak akibat dampak gempa.

Ribuan warga masih bertahan di luar rumah dan lapangan terbuka untuk menghindari adanya gempa susulan. Getaran masih terasa sedikit-sedikit membuat warga masih trauma.

Semua wilayah di kota Palu terlihat lengang, pusat keramaian lumpuh total, umumnya warga memilih mengurusi keluarganya yang masih terjebak dan terlihat shock pascagempa.


Petugas Basarnas dan tim gabungan penyelamat terus melakukan penyelamatan baik warga yang selamat maupun jenazah masih terjebak di rerentuhan gedung keramaian dan rumahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban gempa di kota Palu sudah mencapai 405 orang terhitung Minggu (30/9) pagi, sementara jumlah pengungsi mencapai 17 ribu.

Jumlah ini tidak termasuk di Kabupaten Donggala, yang masih belum bisa dijangkau karena Jembatan Kuning yang menghubungkan Palu-Donggala masih terputus.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan terbang ke Palu hari ini untuk meninjau langsung keadaan pascagempa. Pemerintah pun sudah menggelar rapat darurat untuk menanggulangi gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.


(Antara/vws)