Empat Warga Pembobol Mesin ATM di Palu Ditahan Polisi

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/10/2018 21:24 WIB
Empat Warga Pembobol Mesin ATM di Palu Ditahan Polisi Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menahan empat orang warga Palu, Sulawesi Tengah yang diduga membobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pasca gempa bumi. Empat orang itu berinisial A (30), R (17), Z (25), dan F (36).

"Tersangka sudah ditahan di Polda Sulawesi Tengah saat ini," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin (1/10).

Setyo berkata, empat tersangka berupaya membobol empat mesin ATM yakni milik Bank Mandiri, BCA, Bank BRI, dan Bank Danamon.

Polisi menemukan lima insiden percobaan pembobolan mesin ATM milik sejumlah bank di Palu, Sulawesi Tengah pascabencana gempa pada Jumat (28/9).

Mesin ATM yang coba dibobol oleh beberapa masyarakat Palu itu berlokasi di empat lokasi terpisah yakni dua unit di Jalan Touwa dan tiga unit lainnya di Jalan S Parman, Universitas Islam Al Khaerat, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Diponegoro.

Kata Setyo, empat orang tersebut merupakan pelaku pembobolan mesin ATM di Jalan S Parman.

Sementara terduga pelaku percobaan pembobolan di Jalan Touwa masih dalam pengejaran karena melarikan diri.

"Sejumlah orang coba menjarah ATM secara beramai-ramai. Sudah ada lima kali percobaan penjarahan ATM yang diketahui polisi," kata Setyo.
Aksi penjarahan dan pembobolan mesin ATM di Palu diduga dipicu oleh aksi provokasi.  Setyo mengatakan polisi akan menyelidiki provokator aksi penjarahan sejumlah.

Sejumlah minimarket menjadi sasaran aksi penjarahan masyarakat di Palu. Beberapa dari aksi penjarahan itu digagalkan oleh aparat kepolisian seperti di Transmart dan sebuah toko telepon seluler di Jalan Basuki Rahmat.

"Tadi pagi saya dapat laporan ada yang mencoba menjarah toko handphone kemudian dapat diantisipasi. Ada Transmart di sana coba dimasuki orang-orang tidak bertanggung jawab, tapi bisa dikendalikan polisi," ujarnya.

Polisi, kata Setyo, akan menindak tegas pelaku penjarahan, terutama yang menyasar toko-toko yang menjual barang nonkebutuhan pokok seperti toko telepon seluler, elektronik, hingga ban kendaraan bermotor.



(mts/ugo)