Bantuan Asing Gempa Palu Fokus Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 18:02 WIB
Bantuan Asing Gempa Palu Fokus Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla (ANTARA FOTO/Aditya E.S.Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan bantuan asing dari negara lain untuk penanganan gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, akan fokus pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Bantuan ini serupa dengan bantuan asing yang diterima Indonesia saat tsunami Aceh tahun 2004. 

"Ya lagi dibicarakan ini. Sama dengan waktu di Aceh, misal satu negara bikin 500 rumah, apa saja, jadi ada jangka panjang. Sifatnya program, tidak tanggap darurat," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (2/10). 

Sudah ada 18 negara yang sudah menawarkan diri memberikan bantuan kepada Indonesia. Negara-negara itu di antaranya Amerika Serikat, Prancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Turki, Uni Eropa, dan Australia. 

Menurut JK, Indonesia tidak akan menerima bantuan berupa pasukan militer maupun kapal rumah sakit (RS) dari negara lain. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengaku bakal mengirimkan bantuan berupa pasukan cepat tanggap, militer, dan tim lain untuk menangani dampak bencana Palu-Donggala. "Kita tidak terima itu. Mereka mau kirim kapal RS, cukup kita. Pengalaman di Aceh dulu, yang mau naik kapal RS itu kan hanya lima pasien," katanya. 

JK telah ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk memimpin penanganan bencana di Palu-Donggala. Ia menyatakan bakal fokus pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut.  "Saya tentu bertanggung jawab untuk cepatnya selesai efek akibat bencana itu, ya rehabilitasi dan rekonstruksi," tutur JK.


Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR memicu tsunami terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga menyebabkan banyak korban jiwa pada Jumat (28/9). Pemerintah pun membuka bantuan internasional untuk korban gempa dengan pertimbangan gempa ini memiliki dampak lebih besar ketimbang Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang terjadi pada akhir Juli lalu. (pris/dea)