Penegasan tersebut dilontarkan Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis untuk menampik tudingan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang menyebut foto relawan FPI di lokasi bencana sebagai hoaks alias berita bohong.
"Relawan kami bekerja bukan demi pencitraan, akan tetapi publikasi yang kami lakukan adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap umat, terkhusus donatur yang menyalurkan amanah bantuan kepada korban lewat kami," tutur Shabri melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim bahkan disebut langsung berangkat usai gempa dan tsunami terjadi pada Jumat lalu (28/9).
Lihat juga:6 Hoaks Gempa Donggala dan Tsunami Palu |
"Informasi yang disebarkan adalah misleading dan distorsi informasi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika," lanjutnya.
Saat ini, kata Shabri, relawan FPI masih terus membantu korban bencana di Sulawesi Tengah. Para relawan tidak bekerja sendiri tanpa koordinasi. Shabri mengklaim mereka membantu korban dan bekerjasama dengan segala pihak yang berkepentingan.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dari umat yang mengamankan bantuan kepada kami, semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat ganda," ujar Shabhri.
"Hoaks gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7,7," kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).
"Faktanya dalam gambar adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi," lanjut dia. (bmw/wis)