Respons Foto Hoaks di Palu, FPI Klaim Telah Kirim Relawan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 20:52 WIB
Respons Foto Hoaks di Palu, FPI Klaim Telah Kirim Relawan Front Pembela Islam mengklaim telah menerjunkan relawan membantu korban gempa Palu dan Donggala. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Front Pembela Islam (FPI) menegaskan telah mengirim relawan yang membawa bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. 

Penegasan tersebut dilontarkan Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis untuk menampik tudingan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang menyebut foto relawan FPI di lokasi bencana sebagai hoaks alias berita bohong.

"Relawan kami bekerja bukan demi pencitraan, akan tetapi publikasi yang kami lakukan adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap umat, terkhusus donatur yang menyalurkan amanah bantuan kepada korban lewat kami," tutur Shabri melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).


Shabri menjelaskan bahwa FPI mengirim Tim Relawan Kemanusiaan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD FPI Sulawesi Tengah Ustaz Sugianto Kaimuddin. Sugianto, lanjutnya, membawa rombongan Relawan Gerak Cepat dari Poso.

Tim bahkan disebut langsung berangkat usai gempa dan tsunami terjadi pada Jumat lalu (28/9).

"Langsung seketika setelah mendengar peristiwa gempa di Palu, Sigi, dan Donggala," ucap Shabri.

Shabri menganggap Kominfo memberitakan informasi yang keliru ketika menyebut foto relawan FPI adalah hoaks karena relawan FPI disebutnya memang membantu korban di lokasi bencana.

"Informasi yang disebarkan adalah misleading dan distorsi informasi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika," lanjutnya.

Saat ini, kata Shabri, relawan FPI masih terus membantu korban bencana di Sulawesi Tengah. Para relawan tidak bekerja sendiri tanpa koordinasi. Shabri mengklaim mereka membantu korban dan bekerjasama dengan segala pihak yang berkepentingan.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan dari umat yang mengamankan bantuan kepada kami, semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat ganda," ujar Shabhri.

Sebelumnya, Kominfo menyatakan banyak berita palsu alias hoaks yang menyebar usai gempa dan tsunami terjadi di Sulawesi Tengah. Kominfo menyebut salah satu hoaks yang dimaksud yakni soal aksi FPI yang turut membantu ke lapangan.

"Hoaks gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7,7," kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).

"Faktanya dalam gambar adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi," lanjut dia. (bmw/wis)