FOTO: Aksi Penjarahan Toko di Palu

Antara Foto, REUTERS, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 18:32 WIB

Palu, CNN Indonesia -- Aksi penjarahan toko terjadi di beberapa tempat setelah gempa dan tsunami menimpa wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah.

Warga mencari barang-barang yang bisa diambil di sebuah mal di Kota Palu pada 1 Oktober 2018. Pascagempa dan tsunami banyak warga mengambil bukan hanya barang kebutuhan, tetapi barang-barang lain yang tak terkait kebutuhan pokok di pusat-pusat perbelanjaan.(AFP PHOTO /Adek Berry)
Warga korban gempa mengambil berbagai keperluan logistik di Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Warga di wilayah Palu Utara hingga Donggala bagian pantai Barat terpaksa mengambil berbagai kebutuhan tersebut karena bantuan belum sampai ke lokasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengerahkan anak buahnya berjaga di titik-titik vital seperti SPBU dan pusat ekonomi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Kadiv Humas Polri mengatakan toleransi diberikan pada warga yang mengambil makanan atau kebutuhan pokok lainnya di toko-toko untuk bertahan hidup. Di luar itu, polisi akan menindak tegas. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut barang dagangan di 41 gerai minimarket di Palu diambil korban gempa dan tsunami di Palu. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Sejumlah minimarket menjadi sasaran aksi penjarahan masyarakat di Palu. Beberapa dari aksi penjarahan itu digagalkan oleh aparat kepolisian seperti di Transmart dan sebuah toko telepon seluler di Jalan Basuki Rahmat, Palu. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Pada Selasa (2/10), Karopenmas Polri menyatakan polisi sudah menetapkan 45 orang menjadi tersangka atas dugaan tindak penjarahan di Palu, Sulawesi Tengah pasca gempa pada Jumat (28/9). (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Sebuah mobil yang sehari-hari dipamerkan di Palu Grand Mall menjadi sasaran penjarahan warga. Onderdilnya, salah satunya ban, dipreteli, 2 Oktober 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kronologi penjarahan terjadi setelah warga semula mencari kebutuhan bertahan hidup, sementara bantuan kemanusiaan belum datang. Tapi, niat mengambil barang di luar kebutuhan pokok pun mereka lakukan saat mendapatkan kesempatan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Warga membawa sejumlah barang dari gudang Alfa Midi di Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Warga di wilayah Palu Utara hingga Donggala bagian pantai Barat terpaksa mengambil barang kebutuhan dari berbagai toko karena bantuan dari Basarnas belum sampai. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)