Hal tersebut disampaikan Hariman merespons penganiayaan yang dialami Ratna oleh orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018 lalu.
"Ratna tidak punya musuh, tapi memang perempuan ini mulutnya sangat pedas pada rezim. Tapi apakah cara-cara kekerasan ini akan selesaikan masalah," kata Hariman dalam acara 'Solidaritas Demokrasi untuk Ibu Ratna Sarumpaet' di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini kasus tidak jelas maka khawatir ada asumsi kalau yang aniaya Bu Ratna itu adalah pemerintahan sekarang, makanya kita enggak mau sampai mengarah ke sana," ujarnya.
Pelaku Biadab
Sementara itu, politikus Partai Gerindra sekaligus Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan penganiayaan kepada Ratna merupakan tindakan biadab dan keji. Menurutnya, Ratna merupakan seorang ibu berusia 70 tahun yang seharusnya tak diperlakukan seperti itu.
"Tindakan kekerasan terhadap Mbak Ratna benar-benar biadab dan kejam," kata Andre.
Andre menyebut penganiayaan terhadap Ratna, yang juga Juru Kampanye Nasional Prabowo-Sandi itu telah menciderai demokrasi. Dia pun meminta Polri mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami Ratna beberapa waktu lalu itu.
"Polisi harus turun tangan mengusut hal ini," ujarnya.
Lihat juga:Laskar FPI Akan Jaga Rumah Ratna Sarumpaet |