Amien Rais Akan Bertemu Kapolri Bahas Ratna Sarumpaet

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 21:44 WIB
Amien Rais Akan Bertemu Kapolri Bahas Ratna Sarumpaet Amien Rais akan bertemu Kapolri Tito Karnavian bahas pemukulan Ratna Sarumpaet. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais mengaku akan segera menemui Kapolri Jendral Tito Karnavian terkait aksi penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet.

"Jadi Insyaallah dalam satu dua hari ini Pak Prabowo dan teman-teman koalisi akan menemui Kapolri, kita akan bicara mengapa dalam bulan-bulan ini terjadi penganiayaan," kata Amien saat melakukan konferensi pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Selasa (2/9).

Menurut dia dalam pertemuan itu nantinya akan dilakukan pembicaraan dari hati ke hati dengan Kapolri. Supaya Kapolri kata Amien bersedia segera menegakan hukum dan keadilan untuk menangkap pelaku keonaran.


"Seharusnya segera tangkap pelaku keonaran pengguncang sosial yang membuat negara ini tidak menentu, ada ulama dianiaya, dicincang oleh orang gila," kata dia.


"Dan Ibu Ratna Sarumpaet menuju bandara dengan orang Srilanka dan Malaysia, supirnya sudah diatur turun jauh dari lobi airport," tambahnya.

Untuk detail yang menimpa Ratna itu pun Amien tak mau membuka lebih jauh, justru kata dia hal itu akan dia laporkan langsung kepada Kapolri.

"Nanti detailnya sudahlah, kita akan bicarakan ke Kapolri dari hati ke hati," katanya.


Jokowi Respons Pemukulan Ratna

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo merespons kasus pemukulan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet.

Selain soal kekerasan terhadap Ratna, Fahri juga meminta Jokowi merespons sejumlah kasus persekusi terhadap kegiatan diskusi maupun demonstrasi yang dilakukan selama ini.

"Wahai presiden Jokowi yang ingin maju sekali lagi, keluarkan sepatah kata, apa sikap saudara terhadap persekusi diskusi, persekusi terhadap demokrasi dan penganiayaan kepada perempuan berumur 70 tahun yang pingsan dan hampir mati gara-gara kedatangan preman yang kita tidak tahu datang dari mana," kata Fahri di kawasan Menteng, Jakarta.

Fahri mendesak Jokowi bersikap terkait kasus penganiayaan yang menimpa Ratna di luar masalah bencana gempa dan tsunami yang menghantam Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah. Fahri menyebut Ratna adalah seorang aktivis pembawa nyala api demokrasi.

"Tapi ini ada seorang yang membawa nyala api demokrasi kita mengalami penganiayaan dan persekusi. Kita ingin presiden mengeluarkan sepatah kata tentang ini," ujarnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah desak Jokowi turun tangan dalam kasus Ratna Sarumpaet. (CNNIndonesia/Abi Sarwanto)
"Apabila dia tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun, maka dia durhaka terhadap ibu pertiwi dan dia tidak layak menjadi pemimpin negeri ini," kata Fahri menambahkan.

Menurut Fahri, kasus pemukulan terhadap Ratna menjadi momentum penolakan terhadap pemimpin yang tak berani bersuara atas ancaman demokrasi. Fahri menegaskan ancaman kepada kebebasan berserikat, berkumpul, menyatakan pendapat secara lisan maupun tulisan adalah pengkhianatan terhadap konstitusi dan demokrasi.

"Ini adalah momen penolakan bahwa bangsa Indonesia tidak bisa dipimpin dengan cara seperti ini. Dengan begitu, saya katakan berhenti lah kau Jokowi, kau jangan pimpin kami lagi," ujarnya.

Fahri menyampaikan hal tersebut dalam acara 'Solidaritas Demokrasi untuk Ibu Ratna Sarumpaet'.

Hadir selain Fahri yakni, aktivis '74 Hariman Siregar, mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal (Purn) Nugroho Djayusman, Ketua DPP Gerindra Habiburokhman, Ketua DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Kemudian politikus PKS Mardani Ali Sera, Syahganda Nainggolan, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak, hingga Eggi Sudjana.

(fra)