Cerita di Balik Kebohongan Ratna Sarumpaet

tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 18:19 WIB
Cerita di Balik Kebohongan Ratna Sarumpaet Ratna Sarumpaet akui bohong soal kabar penganiayaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivis Ratna Sarumpaet akhirnya buka suara soal penganiayaan dirinya hingga babak belur. Kabar ini menjadi polemik selama dua hari belakangan.

Dalam konferensi pers yang digelar dikediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu sore (3/10), Ratna menjelaskan bahwa lebam pada wajahnya merupakan dampak dari proses sedot lemak yang dilakukan pada 21 September 2018.

Saat itu, Ratna mengaku menemui dokter Sidik Setiamihardja, pemilik RS Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.


"Tanggal 21 saya mendatangi RS khusus bedah, menemui dokter Sidik ahli bedah plastik. Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi kiri saya," kata Ratna.

Ratna mengatakan sudah beberapa kali ditangani Sidik. Karena itu, untuk kali ini pun ia kembali meminta dokter tersebut yang menanganinya.


Setelah dilakukan operasi pada 21 September, keesokan hari wajahnya justru lebam-lembam. Ratna mengaku sempat bertanya kepada dokter Sidik. Namun Ratna diminta untuk tidak khawatir karena hal itu wajar terjadi.

"Setelah operasi dijalankan pada tanggal 21, dan 22 nya pagi saya bangun saya lihat muka saya bengkak secara berlebihan, tidak seperti yang dialami biasanya. Dokter Sidik saya tanya, 'ini kenapa begini? dia bilang itu biasa'," tutur Ratna.

Ratna mengatakan ketika pulang ke rumah wajahnya masih bengkak. Dia kala itu berpikir jawaban apa yang akan diberikan apabila ditanya oleh keluarganya terkait kondisinya saat itu. Ratna akhirnya memilih alasan habis dipukul oleh orang saat ditanya anak-anaknya di rumah.

"Pulang dari sana setelah saya dijadwalkan pulang, lebam-lebam di muka saya masih ada. Seperti ada kebodohan yang tidak pernah saya bayangkan bisa saya lakukan dalam hidup saya. Saya pulang seperti membutuhkan alasan pada anak saya di rumah, kenapa muka saya lebam-lebam," kata Ratna.

"Dan memang saya ditanya, 'kenapa?'. Saya jawab dipukuli orang," lanjut dia.


Ratna mengakui jawaban pendek itu merupakan tindakan bodoh karena terus dikembangkan dan pada akhirnya berujung polemik. Walaupun sebenarnya, kata Ratna, jawaban ini hanya untuk disampaikan kepada keluarga.

"Jadi selama seminggu lebih sebenarnya cerita itu hanya berputar-putar di keluarga saya dan hanya untuk kepentingan saya berhadapan dengan anak-anak saya. Tidak ada hubungannya dengan politik, tidak ada hubungannya untuk keluar," tegas Ratna.

Ratna mengatakan beberapa hari berselang, Wakil Ketua DPR Fadli Zon datang ke rumah. Dalam pembicaraan kala itu, sempat menyinggung soal kondisi wajahnya. Kemudian, kata Ratna, saat itu dia pun mengakui bahwa telah menjadi korban penganiayaan.

Ratna Sarumpaet sempat mengaku dianiaya hingga babak belur. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Selain Fadli, dia juga bertemu dengan Prabowo Subianto. Saat pertemuan itu pun, kata Ratna, dia mengaku telah menjadi korban penganiayaan.

"Bahkan di depan Pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang yang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, mengorek apa yang terjadi kepada saya, saya juga masih melakukan kebohongan itu," kata dia.

Ratna meminta maaf kepada seluruh pihak atas hal ini, khususnya kepada seluruh kolega di koalisi pendukung calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia berharap, kejadian ini tak mempengaruhi perjuangan politik yang tengah dibangun.

"Saya minta maaf kepada teman-teman seperjuangan di koalisi 02, sekarang ini saya melukai hati kalian, sekarang ini saya membuat kalian marah. Demi Allah saya tidak berniat seperti itu dan saya harap tuhan memberikan kekuatan pada kita semua agar kejadian ini tidak mempengaruhi perjuangan kita," kata Ratna.

(fhr/DAL)