FOTO: Menanti Cahaya Tiba di Pengungsian Gempa Palu

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 04/10/2018 11:10 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Selain kebutuhan logistik, korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu juga membutuhkan jaringan listrik, salah satunya untuk penerangan.

Selain kebutuhan logistik, korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu juga membutuhkan jaringan listrik, salah satunya untuk penerangan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras/18.).
Masih banyak korban gempa dan tsunami Donggala dan Palu hanya menggunakan penerangan sekadarnya dari api lilin. (REUTERS/Athit Perawongmetha).
Api menjadi satu-satunya sumber penerangan bagi para korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu di pengungsian. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/18.).
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero sudah menerbangkan 10 genset tambahan berkapasitas total 50 KVA untuk membantu penerangan ke wilayah terdampak gempa dan tsunami di Donggala dan Palu. ( ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama/18.).
PLN sebelumnya juga telah mengirimkan 30 genset, 12 crane dan 636 tim gabungan untuk mempermudah dan mempercepat perbaikan listrik di Donggala dan Palu. (ANTARA FOTO/Akbar Tado/ama/18.).
Dalam memulihkan jaringan dan infrastruktur kelistrikan, PLN mengutamakan di lokasi yang menjadi kantong pengungsian. (ANTARA FOTO/Akbar Tado/ama/18).
Pemulihan juga dilakukan di kawasan pertokoan. Untuk menggerakkan kembali ekonomi Palu, PLN telah mengalirkan listrik sebanyak 100 kW ke kawasan pertokoan Jalan Gajah Mada. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/foc/18.).
PLN terus melakukan perbaikan jaringan kelistrikan guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang menjadi korban gempa dan tsunami. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/foc/18).
Upaya perbaikan secara bertahap telah membuahkan hasil. PLN telah berhasil memulihkan 21 penyulang atau jaringan yang berfungsi menyalurkan listrik dengan tegangan 20.000 Volt, dari gardu induk menuju gardu distribusi. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/foc/18.).