FOTO: Penanganan Korban Luka Gempa Palu

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 04/10/2018 16:54 WIB

Palu, CNN Indonesia -- Hingga Kamis (4/10), korban yang dirawat akibat gempa dan tsunami Sulteng sebanyak 2.549 luka berat, dan 70.821 jiwa mengungsi.

Seorang korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah tertidur dengan luka kering dalam perawatan di Rumah Sakit di Kota Palu, 4 Oktober 2018. Hingga Kamis (4/10), jumlah korban yang dirawat akibat gempa dan tsunami Sulteng sebanyak 2.549 luka berat. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Tenaga medis melakukan pemeriksaan pada salah seorang korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di rumah sakit di Kota Palu, 4 Oktober 2018. Pada hari yang sama, BNPB mendata jumlah korban jiwa telah mencapai 1.424 orang. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Seorang pria menggenggam tangan anaknya yang sedang mendapatkan perawatan tenaga medis di sebuah rumah sakit di Kota Palu pascagempa dan tsunami Sulteng. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Seorang pasien korban gempa dan tsunami Sulteng sedang dibuka perbannya untuk diganti yang baru oleh seorang tenaga medis di sebuah rumah sakit Kota Palu, 4 Oktober 2018. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Seorang pasien korban gempa dan tsunami Sulteng, beristirahat dengan duduk di atas ranjang perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Palu, 4 Oktober 2018. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Siluet korban gempa dan tsunami Sulteng yang sedang beristirahat di dalam rumah sakit lapangan di Kota Palu, 4 Oktober 2018. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Seorang pasien korban gempa dan tsunami Sulteng memanfaatkan waktu membaca kitab suci di sebuah rumah sakit darurat di Kota Palu, 4 Oktober 2018. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Seorang bocah laki-laki korban gempa dan tsunami Sulteng terbaring lemas di ranjang perawatan medis di sebuah rumah sakit lapangan di Kota Palu, 4 Oktober 2018. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Seorang ibu menyentuh anaknya saat mereka mendapatkan perawatan medis di rumah sakit darurat yang dibangun di bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, 3 Oktober 2018. Keduanya merupakan korban gempa dan tsunami Sulteng. (REUTERS/Athit Perawongmetha)