Pascagempa Palu Donggala, Desa Jono Oge Sigi Masih Terisolir

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 07/10/2018 14:13 WIB
Pascagempa Palu Donggala, Desa Jono Oge Sigi Masih Terisolir Sejumlah rumah warga hancur akibat terjangan tsunami di pesisir kec benawa, Donggala, Sulawesi Tengah, 3 Oktober 2018. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pascagempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) sejumlah desa masih terisolir. Salah satu desa yang masih terisolir adalah Desa Jono Oge, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.

Dansatgas bencana alam satuan yonif para raider 431/SSP Kostrad, Mayor Inf A A Gede Rama mengatakan sampai saat ini masih ada desa terisolir, yakni Desa Jono Oge.

"Saya memerintahkan sebagian anggota Satgas untuk melakukan patroli dan membuka jalan di desa yang masih terisolir tersebut," katanya, Minggu (7/10).


Ia berharap Desa Jono Oge bisa segera dilakukan evakuasi korban karena sebagian anggota Satgas masih fokus di tempat yang lain terutama di Desa Petobo Atas dan Petobo Bawah.
"Hingga Sabtu petang (6/10), anggota berhasil mengevakuasi 20 mayat korban gempa di Desa Petobo Atas dan Petobo Bawah, selanjutnya diserahkan ke Tim Basarnas," tambahnya.

Selain itu, anggotanya juga melaksanakan pengawalan pendistribusian logistik ke lokasi gempa di Kecamatan Marowala, Kabupaten Sigi dengan harapan bantuan bisa diterima masyarakat di pengungsian.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan empat wilayah di sekitar Sulawesi Tengah, yaitu Petobo, Biromaru, Jono Oge, dan Sidera mengalami likuifaksi.
Menurutnya, likuifaksi adalah proses geologi di mana tanah kehilangan kekuatan karena tegangan atau getaran yang biasanya terjadi saat gempa bumi. Tanah pun berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatannya. (Antara/age)