Anak Ratna Sarumpaet Bungkam saat Besuk di Tahanan di Polda

Tim, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 17:15 WIB
Anak Ratna Sarumpaet Bungkam saat Besuk di Tahanan di Polda Ratna Sarumpaet (tengah) dan Fathom Saulina (kiri), di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Kamis (4/10). (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak Ratna Sarumpaet, Fathom Saulina, terlihat membesuk aktivis #2019GantiPresiden tersebut di Rutan Polda Metro Jaya, Senin (8/10). Namun, ia enggan berkomentar soal kasus ibunya itu.

Fathom merupakan anak perempuan Ratna yang turut menemani Ratna saat dibawa dari Bandara Soekarno-Hatta ke Polda Metro Jaya pada Kamis (4/10).

"Enggak ada comment ya," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/10).


Sementara itu kuasa hukum Ratna, Insank Naszrudin mengatakan hingga saat ini baru Fathom yang membesuk Ratna. Pihaknya belum mengetahui apakah anak Ratna lainnya, yakni aktris Atiqah Hasiholan, pernah membesuk ke Rutan Polda Metro Jaya atau tidak.

"Iya Fatum aja. Kalau Atiqah kami enggak tahu. Kalau itu saya belum berkomunikasi ya dengan mbak Atiqah. Tapi mbak Fathom hampir setiap hari ke sini [Polda Metro Jaya]," tuturnya.

Menurut Insank, kondisi kliennya memang kelelahan karena pemeriksaan yang masih berlangsung hingga kini.

Aktris Atiqah Hasiholan ketika berkunjung ke CNN Indonesia (30/3).Aktris Atiqah Hasiholan ketika berkunjung ke CNN Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Endro Priherdityo)
"Kalau terakhir saya ketemu kalau kurang tidur, keletihan iya. Karena pemeriksaan yang terakhir itu juga selama delapan jam," tuturnya.

Insank juga membantah jika kebohongan yang dilakukan Ratna soal pengeroyokan itu adalah terkait kepentingan politik. Baginya, itu murni masalah 'emak-emak' yang melakukan operasi plastik secara diam-diam supaya tidak diketahui oleh pihak keluarga.

"Ah, ini lah. Kan dari awal saya mengatakan bahwa ini murni persoalan emak-emak yang mencoba beralasan terhadap keluarganya, tapi kemudian digiring ke arah politik. Kalau kami sebagai kuasa hukum menilai ini hanya sebatas persoalan hukum ya, kami enggak mau merujuk kalau ini adalah persoalan politik, enggak," ucapnya.

Ratna dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE. Dia pun telah ditahan sejak Jumat (5/10) malam.

(gst/arh)