BNPB Belum Bisa Pastikan Jumlah Korban Hilang Gempa Sulteng

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 05:19 WIB
BNPB Belum Bisa Pastikan Jumlah Korban Hilang Gempa Sulteng Korban gempa dan tsunami di Sulteng. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengakui pihaknya belum bisa memastikan jumlah warga yang tertimbun atau hilang akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng). Karenanya BNPB bakal melakukan verifikasi data untuk memastikan jumlah korban yang hilang atau tertimbun.

Hal ini disampaikan Willem menanggapi kabar kemungkinan sekitar 5.000 warga, khsususnya di Kelurahan Balaroa dan Petobo, yang belum ditemukan. Kabar itu merupakan hasil informasi lisan yang disampaikan kepala desa setempat dan sampai ke telinga BNPB.

"Untuk jumlah korban yang masih terkubur, itu tidak ada angka yang pasti," kata Willem dalam konferensi pers "Update Tanggap Bencana Sulteng" di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (8/10).


Menurut Willem, pihaknya mendapat data korban berdasarkan laporan masyarakat yang disampaikan ke posko penanggulangan bencana di wilayah masing-masing. Hingga saat ini petugas di sana juga masih terus melakukan pendataan.

"Jadi angka yang mendekati pasti bisa didapat kalau ada laporan, dan kita di satgas itu sudah menampung laporan dari masyarakat yang kehilangan keluarga," kata dia.

Terkait dengan dugaan 5.000 orang yang belum ditemukan, Willem mengatakan bahwa hal tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut. BNPB akan meminta data-data ke pihak terkait untuk proses verifikasi jumlah korban di daerah masing-masing.

"Data yang bisa kita dapat tentu laporan dari Dukcapil, kepala desa, lurah dan sebagainya," kata dia.

"Nanti kita kumpuli, pelajari kembali, verifikasi lagi mengenai data, berapa sebetulnya yang menjadi korban di daerah masing-masing," kata Willem.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan saat ini diperkirakan masih ada sekitar 5.000 korban hilang akibat gempa Palu, Sulawesi Tengah. Jumlah ini berasal dari dua wilayah yakni Kelurahan Balaroa dan Petobo.

"Jumlah 5.000 ini berdasarkan laporan lisan yang disampaikan kepala desa. Berapa pastinya belum tahu, itu hanya perkiraan di Balaroa dan Petobo," ujar Sutopo di gedung BNPB, Jakarta, Minggu (7/10).

Sutopo mengatakan, jumlah 5.000 itu belum diverifikasi secara resmi. Sebab, kepala desa yang menyampaikan hal tersebut hanya mendapatkan informasi dari warga.

"Itu harus diverifikasi lagi, karena belum ditemukan. Bisa jadi ternyata mengungsi di tempat lain, kan ada yang mengungsi di kota lain seperti Makassar, Manado, Jakarta, jadi pastinya tidak tahu," katanya. (fhr/osc)