"Dengan melihat fotonya di muka ini kita juga sudah tahu dengan facial recognition," ujar dia, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/10).
Selain sistem pengenal wajah, kepolisian juga mengandalkan data sidik jari dan ciri khusus para napi yang sudah tercatat. Meskipun, ia sendiri membuka kemungkinan data-data itu tersapu tsunami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Polri masih menjalin koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM soal tahanan yang kabur di Palu dan Donggala. Polri sendiri belum memperoleh data soal jumlah tahanan yang kabur.
Setyo menambahkan akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, ada 12 anggota Polri yang gugur dan sekitar 69 anggota masih belum diketahui keberadaannya. Sejumlah anggotanya juga dilaporkan ada yang mengungsi ke Bitung, Sulawesi Utara, untuk menghindari dampak parah di lokasi bencana.
(bin/arh)