Gerindra: Pemerintah Sepelekan Kurs Rupiah, Tempe Bisa Naik

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 01:01 WIB
Gerindra: Pemerintah Sepelekan Kurs Rupiah, Tempe Bisa Naik Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, di Jakarta, Kamis (12/4). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Ahmad Muzani, menilai harga tempe dan tahu akan ikut naik seperti halnya harga BBM jenis Pertamax. Menurutnya, itu adalah buntut dari melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Kami perkirakan harga tempe tahu juga akan naik lagi," ucap Muzani di Rumah Djoeang, Jakarta, Rabu (10/10).

Muzani menjelaskan bahwa Pertamax dibeli menggunakan dolar AS yang kemudian dijual di dalam negeri dengan rupiah. Hal itu juga terjadi pada kedelai yang merupakan bahan baku tempe dan tahu.


Dia mengatakan sebagian besar kedelai di Indonesia adalah produk impor yang dibeli menggunakan dolar AS. Ketika dolar AS menguat, maka kedelai harus dibeli dengan harga yang lebih mahal. Akibatnya, harga tempe dan tahu membengkak ketika dijual di pasaran dengan rupiah.

"Dan seluruh produk-produk lain juga akan menyesuaikan dalam minggu, bulan ke depan," kata Muzani, yang juga menjabat Sekjen Partai Gerindra itu.

Muzani melihat daya beli masyarakat akan semakin menurun. Itu semua, menurutnya, adalah akibat dari pemerintah yang menyepelekan kondisi perekonomian Indonesia. Terutama, ketika kurs rupiah terhadpa dolar AS terus menurun.

"Sepertinya pemerintah ketika kita mengingatkan itu, bahkan dengan nyinyir, enteng-enteng saja menganggap itu adalah problem yang bisa diatasi," kata Muzani.

"Akhirnya sekarang juga pemerintah juga harus menaikkan bahan bakar," lanjutnya.

Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax dan Pertamax Turbo. Melalui penyesuaian ini, di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya misalnya, harga Pertamax dipatok Rp10.400 per liter atau naik dari harga sebelumnya Rp9.500 per liter. Sementara itu harga Pertamax Turbo naik dari Rp10.700 per liter menjadi Rp12.250 per liter.

(bmw/arh)