Tanggap Darurat Gempa Palu Diperpanjang hingga 26 Oktober

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 16:04 WIB
Tanggap Darurat Gempa Palu Diperpanjang hingga 26 Oktober Korban gempa Palu (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)) mengumumkan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah memutuskan masa tanggap darurat gempa dan tsunami Palu akan diperpanjang hingga 14 hari ke depan, dari tanggal 13 Oktober hingga 26 Oktober 2019. 

"Dengan pertimbangan masih banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan maka penanganan tanggap daruat diperpanjang 14 hari ke depan hingga 13 sd 26 oktober 2018," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers, Kamis (11/10).
Sedangkan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban hanya akan diperpanjang hingga Jumat (12/10). BNPB mengimbau warga agar tidak mencari korban lagi karena kondisi jenazah yang sudah tidak baik.

"Kita imbau untuk tidak melakukan pencarian korban pada warga karena kondisi jenazah sudah menimbulkan penyakit. Sudah rusak," ucap Sutopo.


Basarnas akan menyerahkan pencarian ke wilayah Basarnas Palu. Personel Basarnas masih akan melakukan asistensi jika mendapatkan laporan penemuan korban. Jika ditemukan, maka meraka akan melakukan evakuasi.

Dalam masa perpanjangan tanggap darurat akan dilakukan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan saran dan prasarana, pembersihan puing bangunan dan lainnya. 

Hingga Kamis (11/10), pukul 13.00 Wita, jumlah korban meninggal mencapai 2.073 orang. 

Jumlah orang meninggal di Palu 1.663, Donggala 171, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu satu orang.

Seluruh korban telah dimakamkan. Sebanyak 994 korban dimakamkan di pemakaman massal dan 1.079 di pemakaman keluarga.

"Palu paling banyak korban karena di sepanjang teluk Palu dihantam tsunami ketinggian hingga 11 meter," ujar Sutopo.

Selain korban meninggal, BNBP mengumumkan 10.679 orang terluka dan 680 dilaporkan keluarganya belum ditemukan. Sementara itu, banyak korban yang diperkirakan masih tertimbun.
BNPB juga mencatat 18.353 orang dievakuasi ke luar dari Palu. 16.224 orang menggunakan transportasi udara ke Makassar, Balikpapan, Jakarta dan lainnya. 1.098 orang lainnya dievakuasi ke kota lain melalui laut dan 221 orang melalui jalur darat.

Di sisi lain, akibat gempa yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu sebanyak 67.310 unit rumah rusak, yang tersebar di Kota Palu sebanyak 65.733 unit. Di Kabupaten Sigi 879 unit, dan di Kabupaten Donggala 680 unit. Masyarakat yang mengungsi terdata sekitar 87 ribu orang. (kst/dea)