Jokowi Apresiasi Bantuan Perguruan Tinggi ke Lombok dan Palu

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 00:45 WIB
Jokowi Apresiasi Bantuan Perguruan Tinggi ke Lombok dan Palu Presiden Joko Widodo berterima kasih kepada seluruh jajaran perguruan tinggi yang turut membantu penanggulangan bencana gempa di Lombok, Palu, serta Donggala. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo berterima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan perguruan tinggi yang turut membantu penanggulangan bencana gempa di Lombok, Palu, serta Donggala. 


"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu rektor, seluruh pimpinan perguruan tinggi atas kepedulian dan bantuannya untuk korban gempa dan tsunami," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (10/10).


Ia mengetahui para rektor mengirimkan sejumlah insinyur, teknik sipil, serta tim medis pascagempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. 
Pascagempa serta tsunami di Sulteng, sejumlah universitas seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, serta Universitas Indonesia juga membantu mengirimkan psikolog, obat-obatan, pangan, serta menawarkan transfer SKS sementara.


"Ini sangat membantu mahasiswa kita yang ada di wilayah bencana tadi. Saya kira ini contoh kecil bahwa perguruan tinggi Indonesia berupaya untuk relevan dan kontributif," tutur mantan Wali Kota Solo ini. 


Terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan jajarannya bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang memiliki fakultas keguruan untuk mengirimkan relawan ke Palu.
"Terutama dari perguruan tinggi, seperti Unesa di Surabaya, UNM di Makassar, universitas di Manado, yang dekat-dekat saja. Kami lihat dulu," kata Muhadjir. 

Muhadjir berkata dalam dua minggu ini relawan mulai efektif memberikan pelajaran kepada siswa di Palu. Hal itu dilakukan setelah anak-anak serta pengajar di Palu menjalani trauma counseling. 

"Agar mulai tidak takut, ngeri lagi dengan sekolah. Ini problemnya bukan hanya sekolah yang hancur, sekolah yang tidak kena, guru dan siswanya juga trauma," ucapnya. (chri/has)