Sebar Video 'Polisi Calo Tiket', Augie Fantinus Diperiksa

CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 13:30 WIB
Sebar Video 'Polisi Calo Tiket', Augie Fantinus Diperiksa Ilustrasi antrian tiket Asian Para Games 2018 (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya meminta klarifikasi pada presenter Augie Fantinus terkait penyebaran video tentang polisi calo tiket Asian Para Games 2018 yang diunggahnya hingga viral di media sosial.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membantah ada anggota polisi yang menjadi calo tiket. Dia menjelaskan kronologis dua polisi memegang tiket pertandingan Asian Para Games 2018. 

Awalnya, kata dia, antrean panjang terjadi di loket penjualan tiket. Akhirnya, panitia memutuskan untuk menutup loket penjualan tiket sementara karena ditakutkan tidak ada kursi bagi yang telah mengantre panjang. 

Kemudian, kata Argo, siswa dari SD Tarakanita menghampiri kedua polisi tersebut dan meminta tolong untuk membelikan seratus tiket. Dari 100 tiket yang sudah dibeli didapati kelebihan sebanyak lima tiket. Polisi pun memutuskan untuk refund tiket tersebut tetapi justru tidak bisa. 
"Setelah dibantu, sudah dapat tiket itu, dikasih ke siswa SD Tarakanita, ternyata ada kelebihan lima tiket, kira-kira ada di-refund supaya dikembalikan duitnya. Kemudian anggota ke ticket box, anggota bawa lima  untuk di-refund, ternyata enggak bisa," tuturnya. 


Di antrean terdapat Augie. Argo mengungkapkan saat itu Augie justru mengatakan Rp100 ribu ke polisi tersebut. Namun polisi pun menolak. 

Tanpa alasan jelas, kata Argo, Augie justru mem-viral-kan video tersebut dan menyebutnya sebagai calo. 

"Augie ini, karena dia mau nonton dan syuting, dia merekam ngomong ke anggota Rp100 ribu. Dijawabnya (oleh polisi) kan enggak. Setelah itu di-viral-kan sama Augie bahwa polisi calo tiket," tuturnya. 
Saat ini, kata Argo, pihaknya sedang meminta klarifikasi kepada Augie untuk mengetahui alasan menyebut polisi sebagai calo. 

"Sekarang yang  bersangkutan masih diperiksa di Ditreskrimsus, sudah dibuat laporan," ucapnya.  (gst/dea)