Kapolres Jakpus Bantah Anggotanya Calo, Cuma 'Refund' Tiket

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 02:06 WIB
Kapolres Jakpus Bantah Anggotanya Calo, Cuma 'Refund' Tiket Ilustrasi antrian tiket Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu membantah tudingan bahwa anggotanya menjadi calo tiket Asian Para Games 2018 seperti yang viral di media sosial.

Kabar soal polisi yang menjadi calo tiket itu pun menyebar di media sosial. Salah satu akun instagram, @augiefantinus mengunggah video yang menunjukkan dua orang polisi yang diduga sebagai calo tiket.

[Gambas:Instagram]
Dia pun menuliskan keterangan di video tersebut bahwa dirinya hendak menonton timnas basket kursi roda dua Indonesia. Antrian pembelian tiket pun diakuinya cukup panjang. Namun, dia mengaku kecewa dengan dua orang berseragam polisi yang disebutnya sebagai calo, bukannya melayani dan menjaga masyarakat.


Roma mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua anggotanya yang terekam dalam video tersebut. Menurutnya, anggotanya justru ingin mengembalikan atau refund tiket yang sudah dibelinya karena tidak jadi menonton pertandingan tersebut.

"Itu bukan calo ya, setelah saya cek tiket yang dia beli mau direfund karena enggak mau nonton, tapi karena enggak bisa ya tiketnya dipegang lagi. Kalau calo kok anggota saya mau refund ke tiket box, bukan untuk ditawarkan ke penonton," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (11/10).

Roma mengatakan dalam video tersebut juga ada seorang berkaos hitam dari pihak Inapgoc. Dia juga telah dijadikan saksi dan membantah soal anggotany yang disebut-sebut sebagai calo tersebut.

"Di video tersebut ada orang dari pihak Inapgoc juga yang kaos hitam sebagai saksi bahwa itu bukan calo," tuturnya.

Saat ini, kata Roma, pihaknya ingin meminta keterangan dari pemilik akun instagram tersebut. Menurut dia hal itu penting karena video yang diunggahnya telah viral.

"Kita lagi cari tahu pemilik akun instagram tersebut untuk kita klarifikasi," ucapnya.

(gst/arh)