DPR Sepakat Dorong Setneg Tutup Lapangan Tembak

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 14:48 WIB
DPR Sepakat Dorong Setneg Tutup Lapangan Tembak Tim Inafis mengidentifikasi peluru nyasar di gedung DPR. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing menyatakan DPR telah menggelar rapat gabungan dengan Polri dan memutuskan untuk meminta Sekretariat Negara (setneg) menutup Lapangan Tembak Senayan. Usai rapat itu, DPR akan membahasnya dengan Setneg.

Hal itu merespon peristiwa peluru nyasar di sejumlah ruang kerja anggota DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta.

"Kemarin sudah kami bikin rapat Kesekjenan (DPR), Kepolisian, dan seluruh pimpinan BURT. Kami putuskan meminta agar lapangan tembak ditutup," ujar Anton di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/10).


Anton mengatakan DPR akan segera menggelar rapat dengan Setneg, dan paling lambat akan dilakukan pada 24 Oktober 2018.
Ia berkata Setneg merupakan pemilik lahan Lapangan Tembak Senayan yang dikelola oleh pengelola kawasan Gelora Bung Karno.

Selain Setneg, politisi Golkar ini menuturkan BURT DPR juga akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membahas pengamanan Kompleks Parlemen selaku objek vital.

Kata dia, kepolisian wajib bertanggung jawab atas keamanan Kompleks Parlemen sebagaimana ketentuan Kepres Nomor 63/2004 tentang Pengamanan Objek Vital dan UU Nomor 2/2002 tentang Polri.

"Polri harus menjaga objek vital ini sama levelnya dengan Istana," ujarnya.

Di sisi lain, Anton mendukung usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet yang meminta kaca di ruang kerja anggota DPR dipasang kaca film antipeluru. Sebab, benda tersebut sudah digunakan di sejumlah gedung pemerintahan.

Tak hanya itu, ia menilai pemasangan film antipeluru di kaca ruang kerja juga merupkan hak anggota DPR selaku penjabat negara dalam mendapat keamanan. Ditambah lagi, ia berkata, keamanan perlu diperketat di tahun politik saat ini.

"Kalau dibiarkan penembakan ini berulang-ulang berarti lebih penting lapangan tembak dari gedung DPR yang menjadi ikon republik ini," ujar Anton.

Polisi menyatakan ada enam peluru nyasar yang bersarang di gedung DPR. Peluru iti ditembakan oleh dua orang berinisial I dan R dari lapangan tembak Senayan. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, keduanya menggunakan senjata jenis Glock-17 yang telah dimodifikasi menjadi senjata otomatis.
(jps/ugo)


BACA JUGA