Ia pun turut mendukung langkah Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi yang menolak rencana Australia tersebut.
"Ya langkah-langkah dari Menlu kan sudah tepat, Ibu Menlu langsung menghubungi Kemenlu Australia," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/10).
Lihat juga:Panas Dingin Relasi Indonesia-Australia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komitmen Indonesia tidak akan berubah. kita terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina dalam arti seluas-luasnya," jelasnya.
Ia mengatakan komitmen Indonesia untuk berjuang bagi kemerdekaan Palestina sampai saat ini masih dipegang dan dilakukan secara simultan.
"Jadi kemerdekaan adalah hak segala bangsa, kemerdekaan Palestina seutuhnya, sepenuhnya itu harus diperjuangkan, dan langkah yang diambil Bu Menlu sudah tepat," kata Hasto.
Selain itu, Juru Bicara TKN Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding juga menyatakan tak setuju dengan niat Australia memindahkan kedubesnya di Tel Aviv ke Yerusalem.
"Kalau ada negara-negara lain yang memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, kita tidak setuju dan melakukan diplomasi untuk tidak melakukan itu," kata Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta.
Menurutnya, sikap politik luar negeri Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina tersebut sudah jelas dan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
Indonesia menentang keras pernyataan tersebut. Retno sudah meminta penjelasan mengenai sikap tersebut dengan memanggil Duta Besar Australia, Gary Quinlan ke kantornya sebanyak dua kali.
Beberapa pengamat menyatakan kekhawatirannya terhadap Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komperhensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang berpotensi akan terpangaruh oleh rencana itu. (ain/ayp)