Pernyataan ini menanggapi kritik Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) yang menyebut permasalahan HAM tak menjadi prioritas selama empat tahun masa kepemimpinan Jokowi-JK.
"Saya pikir di zaman Pak Jokowi kasus-kasus HAM justru memperoleh perhatian dari yang sebelumnya," ujar Ma'ruf saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum MUI ini berpendapat, permasalahan kebebasan beragama itu tak lepas dari pengaruh radikalisme yang berkembang di tingkat global.
"Apalagi setelah ada ISIS, berpengaruh ke sini dan terjadilah gejolak-gejolak itu. Maka kita harus rapatkan barisan, menguatkan, menjaga kerukunan agar tidak terprovokasi gerakan radikalisme sampai terorisme," tuturnya.
KontraS sebelumnya menyatakan isu HAM belum menjadi prioritas di masa pemerintahan Jokowi-JK. Jokowi selama ini dianggap lebih mementingkan ambisi untuk menggenjot pembangunan infrastruktur.