PDIP Sebut Oposisi Salah Kaprah soal Jokowi dan Mobil Esemka

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 03:08 WIB
PDIP Sebut Oposisi Salah Kaprah soal Jokowi dan Mobil Esemka Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pereira. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menilai pihak opisisi salah kaprah terkait dukungan Presiden Joko Widodo terhadap mobil Esemka. Oposisi sebelumnya menyebut rencana produksi mobil Esemka merupakan politik kebohongan pemerintah.

Andreas menjelaskan produksi mobil Esemka sebenarnya tak berhubungan dengan Joko Widodo baik saat masih menjabat sebagai Walikota Solo sejak 2005-2012 maupun Presiden saat ini. Jokowi, menurut dia, bukan lah produsen mobil sehingga tak memiliki kapasitas dalam merealisasikan produksi mobil Esemka.

"Semua orang tahu bahwa Pak jokowi mendukung kegiatan itu. Dia tidak pernah mengatakan bahwa dia akan memproduksi mobil karena bukan kapasitas dia memproduksi mobil. Salah aja orang membuat interpretasi itu. Pak Jokowi kan bukan Toyota atau Honda," ujar Andreas saat ditemui di komplek parlemen, Senayan, Kamis (25/10).



Kendati demikian, menurut Andreas, sebagai seorang pimpinan sangat wajar jika Jokowi mendukung produksi mobil tersebut, mengingat sejak merdeka, Indonesia belum pernah memproduksi mobil sendiri.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan rencana produksi mobil Esemka merupakan politik kebohongan pemerintah.

Jokowi sebelumnya juga menyatakan produksi mobil Esemka bukan kewenangan dirinya dan pemerintah. Pemerintah hanya bertugas mendorong uji emisi serta uji laik jalan sebelum akhirnya diturunkan ke pasar.


"Urusan saya, urusan apa dengan produksi Esemka? Enggak ada urusan pemerintah. Itu dikerjakan penuh oleh industri, dikerjakan penuh oleh swasta," kata Jokowi di ICE BSD, Rabu (24/10).

Mobil esemka yang merupakan produk uji coba dari prototipe anak-anak SMK yang dibantu beberapa teknisi perusahaan besar. Jokowi saat menjadi wali kota Solo sempat memperjuangkan mobil ini hingga melambungkan popularitasnya. (agi)