Salah satu kru televisi swasta, Aria Jatmika menceritakan pengalaman sejumlah masalah pesawat Lion Air yang pernah ditumpanginya. Salah satunya adalah pesawat rute Denpasar-Jakarta yang ditumpangi Aria pada Minggu (28/10) dengan penerbangan JT-033.
Pesawat yang ditumpangi Aria itu lepas landas persis sebelum jadwal penerbangan pesawat Lion Air JT-43 (Denpasar-Jakarta) yang kelak jatuh di perairan Karawang, pada Senin (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aria atau yang akrab disapa Pepeng itu mengatakan, dia bersama rekan sekantor seharusnya lepas landas atau take off dari Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 18.15 WIB.
Aria tak tahu persis apa betul pendingin ruangan di pesawat tersebut rusak atau tidak. Yang jelas, kata Aria, hawa di dalam pesawat panas, sehingga dia dan penumpang lain keluar dari pesawat.
Setelah beres, pesawat kemudian bersiap lepas landas. Baru beberapa meter jalan di landasan sebelum terbang, pesawat tiba-tiba berhenti. Sempat dicek oleh awak kabin, pesawat kembali ke appron. Setelah di dalam pesawat selama 30 menit, para penumpang kembali keluar karena kondisi di dalam pesawat sangat panas.
"Kalau kata mereka sih AC-nya nggak benar," ucap Pepeng.
"Start engine atau apanya saya tidak tahu persis, kayanya mati nyala, mati nyala gitu," kata Pepeng.
Tak cuma itu, ketika sudah terbang Pepeng juga merasa ada hal aneh lainnya. Dia merasa pesawat seperti terbang rendah dari biasanya. Jika biasanya pesawat terbang dengan ketinggian normal, Pepeng tak bisa melihat daratan, tapi kala itu dia melihat jelas lampu-lampu di daratan sangat dekat.
"Terbangnya agak rendah. Biasanya kalau tinggi, kita nggak lihat daratan, nah ini saya lihat ada lampu-lampu (di daratan)," kata dia.
"Nah teman saya saat terbang itu, merasa suara mesin pesawat tidak seperti biasanya," ucap Pepeng.
Presiden dan CEO Lion Air Group, Edward Sirait sebelumnya mengatakan, pesawat Lion Air JT-610 terakhir terbang dari Denpasar menuju Jakarta, sebelum akhirnya dipastikan jatuh saat terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, pada Senin (29/10) pagi.
Penerbangan dari Denpasar itu, Edward mengakui pesawat tersebut dilaporkan mengalami kendala teknis. Namun ia mengklaim masalah teknis yang tidak ia rinci itu sudah ditangani oleh teknisi dari pabrik pesawat.
"Ada laporan masalah teknis, tapi sudah dikerjakan sesuai porosedur maintenance yang dikeluarkan pabrikan pesawat," kata Edward saat konferensi pers di Bandara Seokarno-Hatta, Cengkareng, Senin (29/10).
Edward menegaskan permasalahan teknis sebetulnya umum terjadi pada maskapai. Namun Edward belum bisa berkomentar bahwa kecelakaan yang terjadi di perairan Karawang itu murni masalah teknis pesawat atau bahkan karena pesawat meledak.
"Kita tidak mau spekulasi, ada pihak terkait yang bisa menyelidiki kita siap kasih data. Masalah teknis itu umum terjadi dan memang harus dikerjakan dan dirawat," ungkap Edward.
Petugas gabungan dan Basarnas saat ini masih berusaha mencari badan pesawat dan korban penumpang Lion Air JT-610. Sejumlah serpihan dan potongan tubuh telah ditemukan sejak siang. Basarnas memprediksi tidak ada penumpang yang selamat dari insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Karawang.
Catatan Redaksi: Berita mengalami perubahan terkait dengan pembedaan informasi jenis pesawat yang ditumpangi narasumber dan pesawat yang jatuh di perairan Karawang.
(osc/gil)