Keluarga Korban JT-610 Minta Lion Air Belajar dari Pengalaman

CNN Indonesia | Selasa, 30/10/2018 15:56 WIB
Keluarga Korban JT-610 Minta Lion Air Belajar dari Pengalaman Keluarga korban Lion Air JT-610. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ahmad Agus Rokhiyat, keluarga salah seorang korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610, meminta maskapai Lion Air belajar dari pengalaman. Agus merupakan adik dari Ahmad Endang Rochmana, pegawai Kementerian Keuangan yang menumpangi pesawat tersebut.

"Saya berharap untuk lebih berhati-hati, keamanannya. Paling tidak mereka harus bisa belajar dari pengalaman yang ada karena Lion Air sudah beberapa kali kejadian," ujar Agus di Posko Evakuasi di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (30/10).

Seperti diketahui, kejadian ini bukan yang pertama dialami maskapai penerbangan bertarif murah (low cost carrier) itu. Insiden ini merupakan insiden keenam yang melanda Lion Air sejak tahun 2011.


Agus menyampaikan Endang memilih Lion Air karena butuh penerbangan pagi untuk balik ke tempat dinasnya, Pangkalpinang.

Meski sedih atas kejadian tersebut, Agus tidak ingin emosi berlebihan. Ia dan keluarga sudah menerima insiden ini sebagai siratan takdir.

Kini ia mendampingi kakak iparnya, Eni Siti Nuraini, untuk mencari kabar keberadaan suaminya.

"Sudah ke RS Polri, arahan rumah sakit bisa ke sini. Di RS Polri sudah tes DNA tadi," ucap Eni.

Setelah mendengar kabar dari media, Eni langsung bertolak dari rumahnya di Tasikmalaya. Sejak semalam, ia sudah sampai di Jakarta dan menyetor data antemortem ke pihak berwenang.

Ia menyempatkan mampir ke Posko Evakuasi di Tanjung Priok. Ia sedikit berharap menemukan kabar suaminya.

"Ya pasti kan tahu kalau barang suami. Baba pakai tas merah, terus bawa jerigen isi rengginang buat oleh-oleh yang di sana [Pangkal Pinang], minta oleh-oleh rengginang Tasik. Terus pakai jaket kulit cokelat," tutur Eni sembari tersenyum.

Untuk diketahui sampai saat ini, sudah 26 kantong jenazah dikirim ke RS Polri. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pun akan melakukan proses identifikasi lewat pencocokan data antemortem dari keluarga dengan postmortem yang ada pada tubuh korban.

Pesawat Lion Air JT-610 dipastikan jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta pada Senin (29/10) pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Pilot sempat meminta kembali ke landasan sesaat setelah lepas landas. Pilot juga sempat melapor ke ATC Bandara Soetta adanya masalah pada flight control di ketinggian 1.700 kaki dan meminta naik ke ketinggian 5.000 kaki.

Pesawat membawa 189 orang, terdiri dari 178 penumpang dewas, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Basarnas memprediksi seluruh penumpang dan awak kabin tak ada yang selamat. (dhf/osc)