Hal ini disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto setelah berada dalam KRI I Gusti Nugurah Rai. KRI ini merupakan salah satu kapal tempat Basarnas memantau kegiatan pencarian.
"Kita berharap itu badan pesawat lebih besar karena baru bagian kecil saja seperti kursi, life vest, baju yang muncul," kata Hadi di JICT, Rabu (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, banyak majalah merah yang turut tercecer di dasar laut. Karena alasan-alasan inilah, Hadi mengungkapkan, pihaknya yakin di sekitar daerah itu ada bangkai pesawat.
"Kondisinya tercecer di dasar laut. Saya yakin dengan kondisi seperti itu bodi pesawat ada di sekitar itu. Karena kalau pesawat jatuh biasanya bagian badan itu masih bisa terlihat utuh," tegas dia.
Strategi Operasi
Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M Syaugi memastikan titik bangkai pesawat ada di daerah Barat Laut sekitar 400 meter dari koordinat. Pencarian hari ini disebut terkendala oleh arus air yang menyebabkan ROV dan kapal utama bergeser setiap ada arus.
"Kita minta untuk melego jangkar supaya kapalnya diam, setelah diam diturunkan ROV, setelah ROV melihat barang tersebut, penyelamnya turun. Itu mekanismenya," jelas Syaugi.
Kemudian, jika benar ditemukan bangkai pesawat maka Basarnas dan tim terkait sudah menyiapkan alat berat yang dipinjamkan Kementerian ESDM. Alat ini akan mengangkat bangkai pesawat hingga ke daratan.
"Kita bisa mendapatkan crane buck supaya bisa angkat body pesawat itu dengan berat hampir lebih dari 80 ton bisa sampai 100 ton. Mudah-mudahan segera," terang dia. (ctr/osc)