Lion Air Sebut 179 Korban JT610 Sudah Diklaim Keluarga

Antara, CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 21:13 WIB
Lion Air Group menyebut 179 korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 sudah diklaim keluarga yang datang memberikan laporan ke posko crisis center. Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610. (REUTERS/Beawiharta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asisten Manajer Lion Air Group, Tri Siswoyo mengatakan ratusan korban yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT610 sudah diklaim keluarga yang datang memberikan laporan ke posko crisis center di Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma. Dia menuturkan seluruh penumpang yang jadi korban sudah diklaim keluarga hingga Rabu pukul 12.45 WIB.

"Semua 179 penumpang sudah diklaim keluarga mereka," kata Tri yang menjadi penanggung jawab pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (31/10) dikutip Antara.

Lebih lanjut, Tri mengatakan posko krisis di Bandara Halim Perdanakusuma telah dialihfungsikan menjadi pusat logistik dan koordinasi distribusi personel sejak siang ini.


Pusat pendataan dan informasi, menurut Tri, dialihkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan Hotel Ibis Cawang yang menjadi tempat keluarga korban menginap.

Hingga Rabu (31/10) sore, Tri menuturkan beberapa anggota keluarga dari dua korban penumpang datang mengunjungi posko Halim Perdanakusuma untuk mengkonfirmasi informasi, di antaranya terkait identitas korban.

"Mereka hanya datang konfirmasi saja. Mereka kita arahkan ke RS Polri dan Hotel Ibis Cawang," ujarnya.

Sampai sekarang tim DVI sudah mengumpulkan 152 sampel DNA keluarga korban untuk keperluan identifikasi. Setelah proses identifikasi selesai, jasad korban akan dikafani dan dimasukkan ke peti lalu diserahkan ke keluarga korban.

Untuk diketahui sampai saat ini, sudah 49 kantong jenazah dikirim ke RS Polri. Tim DVI Polri pun akan melakukan proses identifikasi lewat pencocokan data antemortem dari keluarga dengan postmortem yang ada pada tubuh korban.

Pesawat Lion Air JT-610 dipastikan jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Pesawat jenis Boeing 737-300 MAX 8 tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta pada Senin (29/10) pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Pilot sempat meminta kembali ke landasan sesaat setelah lepas landas. Pilot juga sempat melapor ke ATC Bandara Soetta adanya masalah pada flight control di ketinggian 1.700 kaki dan meminta naik ke ketinggian 5.000 kaki.

Namun pada pukul 06.32 WIB pesawat hilang dari radar dan tak bisa dikontak kembali.

Pesawat dengan register PK-LQP itu membawa 189 orang, terdiri dari 178 penumpang dewas, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Basarnas memprediksi seluruh penumpang dan awak kabin tak ada yang selamat. (osc/osc)