"Semua 179 penumpang sudah diklaim keluarga mereka," kata Tri yang menjadi penanggung jawab pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (31/10) dikutip Antara.
Lebih lanjut, Tri mengatakan posko krisis di Bandara Halim Perdanakusuma telah dialihfungsikan menjadi pusat logistik dan koordinasi distribusi personel sejak siang ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Rabu (31/10) sore, Tri menuturkan beberapa anggota keluarga dari dua korban penumpang datang mengunjungi posko Halim Perdanakusuma untuk mengkonfirmasi informasi, di antaranya terkait identitas korban.
Untuk diketahui sampai saat ini, sudah 49 kantong jenazah dikirim ke RS Polri. Tim DVI Polri pun akan melakukan proses identifikasi lewat pencocokan data antemortem dari keluarga dengan postmortem yang ada pada tubuh korban.
Pesawat Lion Air JT-610 dipastikan jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Pesawat jenis Boeing 737-300 MAX 8 tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta pada Senin (29/10) pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.
Namun pada pukul 06.32 WIB pesawat hilang dari radar dan tak bisa dikontak kembali.
Pesawat dengan register PK-LQP itu membawa 189 orang, terdiri dari 178 penumpang dewas, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Basarnas memprediksi seluruh penumpang dan awak kabin tak ada yang selamat. (osc/osc)