Korban Lion Air Asal Sidoarjo Teridentifikasi dari Sidik Jari

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 21:45 WIB
Korban Lion Air Asal Sidoarjo Teridentifikasi dari Sidik Jari Tim Inafis dan kedokteran RS Polri berhasi mengidentifikasi korban Lion Air asal Sidoarjo setelah mencocokkan hasil sidik jari dengan data e-KTP. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu penumpang pesawat Lion Air JT-610 telah teridentifikasi. Korban bernama Jannatun Cyntia Dewi, perempuan kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur 12 September 1994.

Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Hudi Suryanto mengatakan jenazah Jannatun tiba di RS Polri dalam bentuk potongan tubuh namun dengan tangan dan jari kanan yang lengkap. Tim forensik kemudian mendata dan menganalisis berdasarkan sidik jari korban.

Hasil dari sidik jari itu kemudian dicek melalui alat yang terhubung dengan pusat data e-KTP.


"Kami memiliki peralatan yang terhubung data tunggal e-ktp," kata Hudi di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (31/10).

Data sidik jari pada e-KTP ini kemudian dianalisis dengan sidik jari yang didapatkan dari korban. Tim Inafis tertolong karena kondisi sidik jari telunjuk dan jari kelingking korban dalam keadaan baik.

Dalam proses analisis ini ditemukan 13 persamaaan. Sehinga dapat dipastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Jannatun.

"Korban ini memiliki 13 titik persamaan. Dapat kami yakini identitas yang bersangkutan. Dan identik sidik jari yang ada di mayat dan sesuai e-KTP," kata dia.
Korban Lion Air Asal Sidoarjo Teridentifikasi dari Sidik JariTim saat mengevekuasi kantong jenazah korban Lion Air JT-601. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Sebagai data pembanding lainnya, tim forensik mengomparasikan data dari pihak keluarga Jannatun seperti foto ijazah dan foto lainnya.

Jenazah Jannatun akan diserahkan langsung kepada pihak keluarga. Pihak maskapai akan mengurus kepulangan jenazah Jannatun.

"Yang akan mengurus kepulangannya dari pihak maskapai. Saya dengar akan dipulangkan malam ini ke Sidoarjo," kata Kapusdokkes Polri, Brigjen Pol Arthur Tampi.

Pesawat bernomor penerbangan JT-610 milik Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10).

Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkal Pinang. Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak.

Pesawat sempat meminta kembali ke landasan sebelum akhirnya hilang dari radar. Pesawat diketahui membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.








(fhr/gil)