RS Polri Terima 65 Kantong Jenazah dari Evakuasi Lion Air

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 11:38 WIB
RS Polri berharap sore ini ada perkembangan berarti dari hasil pengecekan posmortem dan antemortem. Evakuasi korban Lion Air JT-610. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- RS Polri hingga Jumat (2/11) telah menerima total 65 kantong jenazah dari proses evakuasi pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang. Jumlah ini merupakan penambahan sembilan kantong setelah pada Kamis sebanyak 56 kantong jenazah.

"Total secara keluruhan ada 65 kantong jenazah," Wakil Kepala RS Polri Komisaris Besar Pol Haryanto, dalam konferensi pers, Jumat (2/11).


Dari sejumlah itu, kata Haryanto, ada DNA posmortem yang telah diperiksa sebanyak 272. Sementara itu dari sembilan kantong yang masuk belum ada perkembangan terbaru.


RS Polri Terima 65 Kantong Jenazah dari Evakuasi Lion AirProses evakuasi Lion Air, JT-610. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono


Haryanto mengatakan, untuk data antemortem pihaknya telah menerima 255 laporan yang dibagi 43 laporan data dari Pangkalapinang dan 212 dari RS Polri.

"Dari laporan antemortem, 152 DNA telah diperiksal. Kita masih terus bekerja, semoga sore ini ada perkembangan," ujarnya.


Dalam kesempatan itu, pihak RS dan Polri juga meminta kepada para jurnalis media untuk tetap menunjukkan empati dalam laporannya. Salah satunya, dengan menuliskan kata penumpang untuk menggantikan istilah korban.

Pesawat Lion Air JT-610 jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta pada Senin (29/10) pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Pilot sempat meminta kembali ke landasan sesaat setelah lepas landas. Pilot juga sempat melapor ke ATC Bandara Soekarno-Hatta lantaran adanya masalah pada flight control di ketinggian 1.700 kaki dan meminta naik ke ketinggian 5.000 kaki.

Namun, pada pukul 06.32 WIB, pesawat jenis Boeing 737-300 MAX 8 itu hilang dari radar dan tak bisa dikontak kembali. Pesawat dengan nomor register PK-LQP membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Basarnas memprediksi tak ada yang selamat dari musibah ini.


(ain/ain)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK