Wiranto Akan Gelar Pertemuan Antar-Ormas Islam Bahas Bendera

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 18:53 WIB
Wiranto Akan Gelar Pertemuan Antar-Ormas Islam Bahas Bendera Massa Aksi Bela Tauhid membawa bendera besar bertuliskan kalimat tauhid, di Jakarta, Jumat (2/11). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan akan menggelar pertemuan antara seluruh ormas Islam di Indonesia untuk membahas identitas bendera dengan kalimat tauhid.

Hal itu ia sampaikan usai bertemu dengan perwakilan massa Aksi Bela Tauhid Jilid II di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (2/11).

"Saya akan menginisiasi pertemuan antarumat Islam, antarormas Islam yang mempunyai kepedulian masalah kebangsaan terutama masalah ini," kata Wiranto.


Diketahui beberapa ormas Islam memiliki pandangan yang berbeda mengenai bendera tersebut; ada yang berpendapat bahwa bendera itu merupakan bendera dengan kalimat tauhid, ada yang menilai bendera itu merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Mantan Panglima ABRI itu menyatakan bahwa persoalan identitas bendera itu tak bisa diselesaikan secara sepihak dan wajib dicari solusi bersama-sama.

Oleh karenanya, ia menginginkan agar perbedaan pandangan itu bisa diselesaikan oleh umat Islam sendiri.

"Ini masalah Islam masalah umat yang harus selesaikan umat Islam. Dan umat Islam diwakili pimpinan ormas saya fasilitasi dan kita bincangkan untuk bahas hal yang belum ketemu," kata dia.

Selain itu, Wiranto menegaskan bakal menyampaikan hasil pertemuan ini ke presiden Joko Widodo.

Oleh karenanya, ia turut berharap agar umat Islam tetap menjunjung tinggi perdamaian dan persaudaraan agar tak merugikan bangsa Indonesia.

"Kita sama-sama bersikap ini jagan sampai menyebabkan tidak akur. Jangan sampai merugikan bangsa," kata dia.

Sebelumnya, aksi bakar bendera dengan kalimat tauhid oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU ini menuai polemik. Ada yang menyebut bahwa yang dibakar itu bendera tauhid, ada yang menilai itu merupakan bendera HTI.

Pihak yang menilai bahwa itu adalah bendera tauhid pun menggelar demonstrasi Aksi Bela Tauhid di depan Kemenkopolhukam sebanyak dua kali.

(rzr/arh)