Di Acara Relawan, Jokowi Bantah Jadi Antek Asing dan Aseng

CNN Indonesia | Sabtu, 03/11/2018 15:51 WIB
Di Acara Relawan, Jokowi Bantah Jadi Antek Asing dan Aseng Jokowi menjawab tuduhan yang menyebut dirinya jadi antek China dan Amerika. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo meminta masyarakat lebih bijak dalam mengkritik atau membuat isu. Menurutnya, sekarang ini banyak isu-isu yang tak masuk akal disebar tapi dipercaya banyak orang.

"Buat isu itu yang cerdas. Isu-isu enggak masuk akal dilempar tapi ya ada yang percaya," kata Jokowi saat menghadiri deklarasi Relawan Pengusaha Muda Nasional (REPNAS) di Hotel Fairmont, Senayan, Sabtu (3/11).

Jokowi mencontohkan salah satu isu tidak masuk akal adalah tudingan dirinya anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Isu ini selalu menyerang Jokowi setiap jelang Pemilihan Presiden sejak empat tahun lalu.



Ia mengatakan PKI dibubarkan pada 1965. Sementara dirinya baru lahir pada 1961.Meski berulang kali diklarifikasi, banyak orang masih percaya sebab beredar foto orang serupa Jokowi berdiri dekat Ketua Umum PKI D. N Aidit ketika berpidato 1955.

"Ini pidato 1955 saya lahir saja belum kok sudah mendampingi dia coba? Tapi saya yang senang ya kok mirip gitu," tutur mantan Wali Kota Solo ini sambil tertawa melihat gambar di layar.

Jelang Pilpres, calon petahana ini juga diserang tudingan antek aseng (China). Isu ini bermula dari kesepakatan awal ia bersama Presiden China Xi Jinping mengenai kehadiran 10 juta wisman China ke Indonesia.

"Dipikir 10 juta itu tenaga kerja asing. Padahal kalau dilihat TKA di Indonesia itu kecil sekali enggak sampai 1 persen," ucapnya.


Sebaliknya, ia mengatakan masyarakat harus menyadari sekitar 80 ribu-200 ribu Tenaga Kerja Indonesia yang banyak tersebar di kawasan China, Hong Kong, dan Taiwan.

"Antek aseng di mana? Kalau dibalik, TKI kita di sana lebih banyak berarti kan antek Indonesia di sana. Kalau bicara antek-antekan," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Jokowi tak lupa menyinggung tudingan dirinya antek asing. Padahal, kata dia, pemerintahan kini telah mengambil alih beberapa blok seperti Mahakam dan Rokan yang selama ini dikuasai asing.


Pemerintah, klaim Jokowi, juga setelah bernegosiasi 3,5 tahun berhasil mengambil 51 persen saham Freeport di Papua.

"Dipikir enggak ada tekanan? Tekanan politik? Dipikir 3,5 tahun merebutkan ini mudah? Enggak ada ditekan kanan, kiri, atas, dan bawah? Kalau enggak ada tekanan dari dulu sudah dapatkan. Ini sesuatu tak mudah?" ucapnya.

"Pertanyaan saya antek asingnya di mana? Kalau memang siap, dikerjakan sendiri. Kalau belum siap tidak apa-apa partner-an dengan asing, yang penting national interest tetap nomor satu," Jokowi menegaskan.

(chri/DAL)