Cerita Jokowi Rebut Hati Warga Solo dan Jakarta

CNN Indonesia | Minggu, 04/11/2018 17:17 WIB
Cerita Jokowi Rebut Hati Warga Solo dan Jakarta Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo menceritakan kisah usahanya meraih hati masyarakat dalam Pemilihan Wali Kota Solo 13 tahun lalu. Saat itu, ia bersama FX Hadi Rudyatmo berjuang melawan tiga pasang calon, salah satunya petahana.

Jokowi-FX Hadi juga bertarung melawan pasangan petahana Slamet Suryanto-Hengky Nartosabdo, Achmad Purnomo-Istar Yuliadi, dan Hardono-Dipokusumo. Dia punya strategi khusus ketika itu untuk urusan kampanye, yakni dari pintu ke pintu.

"Saya bukan siapa-siapa, memang tidak pernah urusan di Solo. Pilkada berlangsung apa yang saya lakukan? Saya tidak pakai cara lama mengumpulkan orang di lapangan. Jadi pikiran saya door to door," kata Jokowi.


Hal itu disampaikan saat bertemu relawan yang terdiri dari ratusan calon legislatif perempuan 2019 partai koalisi pemerintah. Di sana Jokowi mengatakan saat menghampiri satu per satu masyarakat, ia menyalami sambil mencari tahu respons masyarakat kepadanya.

"Salaman orang, salaman (kalau respons) enggak enak oh enggak dukung ini, salaman ragu besok saya datang lagi," cerita Jokowi.

Hal itu ternyata efektif karena dirinya menang dengan hasil suara 36,62 persen, beda sekitar tujuh persen dari pasangan Achmad Purnomo-Istar Yuliadi.

Setelah menang, ia langsung mengeluarkan banyak kebijakan seperti kartu sehat dan kartu pintar di Solo. Kebijakan itu disambut baik.

Langkah serupa pun dilakukan ketika dirinya didorong kembali maju dalam Pilkada Kota Solo 2010.

"Dari pintu ke pintu itu kunci, kami dapat dua, enggak keluar uang dan tanpa kalimat bertele-tele. Tapi keringat bercucuran karena harus berani dari pintu ke pintu, hasilnya (kemenangan) 91 persen," tuturnya.

Saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta 2012, Jokowi juga menghampiri satu per satu warga, mulai dari RT ke RT hingga kampung ke kampung. Buah manis kembali didapat Jokowi di Jakarta.

"Saya tahu tidak punya duit dan semua orang kaget, putaran pertama menang 43 persen, incumbent 32 persen. Putaran kedua 82 persen semua partai di sana, di sini hanya 18 persen, tapi saya yakini karena saya turun ke bawah, saya yakin insyaallah menang, akhirnya juga menang," kata Jokowi.

Strategi seperti ini dinilai perlu kembali dilakukan bersama para relawan dalam Pilpres 2019. Banyak hal seperti prestasi pemerintah yang perlu disampaikan langsung ke masyarakat seperti infrastruktur, KIP, KIS, dan dana desa.

"Kalau ini bisa dijelaskan dengan baik oleh ibu-ibu dari hati ke hati dari pintu ke pintu, pahalanya ada di ibu-ibu," kata Jokowi. (chri/osc)