BNPB akan Percepat Pembangunan Hunian Sementara di Sulteng

CNN Indonesia | Sabtu, 27/10/2018 02:52 WIB
BNPB akan Percepat Pembangunan Hunian Sementara di Sulteng Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara di empat kabupeten di Sulawesi Tengah. Hunian ini ditujukan bagi para korban gempa dan tsunami di Sulteng.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan rapat terakhir, terdapat 23.413 kepala keluarga yang akan menempati hunian sementara.

"Namun hitungan kita jumlahnya lebih dari itu," ujar Sutopo di kantornya, Jakarta, Jumat (26/10).


Sutopo menjelaskan, huntara sangat diperlukan. Pertama untuk masyarakat yang harus direlokasi karena tempat tinggalnya hilang akibat likuefaksi seperti di Petobo, Jono Oge, Balaroa. Kedua untuk masyarakat yang tidak direlokasi namun rumahnya rusak berat karena terdampak gempa maupun tsunami seperti di sepanjang pantai dan daerah lain.

"Saat ini masih dilakukan pendataan jumlah huntara." ujar Sutopo.

Sementara itu, lanjut Sutopo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga telah membangun 1.400 unit barak. Satu barak dapat menampung 12 kepala keluarga.

"Di titik-titik pengungsian, nantinya akan ditempatkan di hunian sementara. Sehingga sambil menunggu proses pembangunan rumah, mereka ditempatkan di hunian sementara." kata dia.

Mengenai huntara, Sutopo menyebut, lokasinya akan dibangun di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Mutong. Di kota Palu terdapat 12 titik untuk menampung 305 unit hunian sementara.

"Tentu kita akan memilih titik-titik yang aman, yang tidak memiliki potensi likuifaksi dan sebagainya. Huntara yang kita bangun contohnya di Kelurahan Duyu. Kita berkejar dengan waktu. 1.400 unit tadi, kita harapkan selesai dalam waktu dua bulan." ujarnya.

Sampai saat ini, Sutopo mengungkapkan masih ada daerah-daerah yang terisolir. Pada awalnya, daerah-daerah tersebut sudah bisa ditembus petugas SAR tetapi karena beberapa hari yang lalu hujan deras, menyebabkan material di lereng perbukitan longsor lalu menutup jalan.

Sutopo menyebutkan ada empat daerah yang masih terisolir di antaranya Kecamatan Lindu, Kecamatan Kowali, Kecamatan Kowali Selatan, dan Kecamatan Titikor.

(din)