Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan rapat terakhir, terdapat 23.413 kepala keluarga yang akan menempati hunian sementara.
"Namun hitungan kita jumlahnya lebih dari itu," ujar Sutopo di kantornya, Jakarta, Jumat (26/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini masih dilakukan pendataan jumlah huntara." ujar Sutopo.
"Di titik-titik pengungsian, nantinya akan ditempatkan di hunian sementara. Sehingga sambil menunggu proses pembangunan rumah, mereka ditempatkan di hunian sementara." kata dia.
Mengenai huntara, Sutopo menyebut, lokasinya akan dibangun di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Mutong. Di kota Palu terdapat 12 titik untuk menampung 305 unit hunian sementara.
"Tentu kita akan memilih titik-titik yang aman, yang tidak memiliki potensi likuifaksi dan sebagainya. Huntara yang kita bangun contohnya di Kelurahan Duyu. Kita berkejar dengan waktu. 1.400 unit tadi, kita harapkan selesai dalam waktu dua bulan." ujarnya.
Sampai saat ini, Sutopo mengungkapkan masih ada daerah-daerah yang terisolir. Pada awalnya, daerah-daerah tersebut sudah bisa ditembus petugas SAR tetapi karena beberapa hari yang lalu hujan deras, menyebabkan material di lereng perbukitan longsor lalu menutup jalan.
Sutopo menyebutkan ada empat daerah yang masih terisolir di antaranya Kecamatan Lindu, Kecamatan Kowali, Kecamatan Kowali Selatan, dan Kecamatan Titikor.