Seperti diketahui, DPD Gerindra DKI mengundang DPW PKS DKI untuk melakukan pertemuan guna membahas masalah pengisian jabatan wakil gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan oleh Sandiaga Uno.
"Kita kan diundang sama Gerindra, ya sesuai undangan kalau tidak salah membahas tentang wagub DKI," kata Suhaimi saat dikonfirmasi, Senin (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita sebagai tamu yang diundang, kita akan dengerin dulu," ujarnya.
Ketua DPD I Partai Gerindra DKI Mohamad Taufik, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/9). (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati) |
Kendati demikian, kata dia, kandidat calon wagub DKI dari PKS yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu disebut tidak akan hadir dalam pertemuan tersebut. "Enggak [hadir]," ucap Suhaimi.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan akan mengajak PKS untuk berunding soal calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.
"Pusat sudah menyerahkan kepada kami, tinggal kami putuskan seperti apa. Makanya saya mau undang tanggal 5 November, sudah dikirim suratnya," ujar Taufik saat dihubungi, Rabu (31/10).
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurahman Suhaimi diketahui pernah menyatakan bahwa hampir seluruh kader, terutama kader muda PKS DKI Jakarta, mengancam akan mematikan mesin partai di Ibu Kota terhadap pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
"Hampir seluruh kader PKS kecewa, terutama anak-muda PKS. Kader-kader itu mengancam akan matikan mesin partai untuk Prabowo-Sandi jika janji Gerindra soal wagub DKI tidak dipenuhi," kata Abdurrahman kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/10).
(dis/arh)
Ketua DPD I Partai Gerindra DKI Mohamad Taufik, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/9). (