Jurkam Jokowi: 'Tampang Boyolali' Blunder Politik Prabowo

Tim, CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 12:06 WIB
Jurkam Jokowi: 'Tampang Boyolali' Blunder Politik Prabowo Juru kampanye Jokowi menganggap pernyataan Prabowo soal 'tampang Boyolali' sebagai blunder politik setelah termakan hoaks Ratna Sarumpaet. (Tim Prabowo Subianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Kampanye Nasional Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Dedek Prayudi menyindir pidato Prabowo Subianto yang menyebut tampang orang Boyolali tak layak masuk hotel.

Dedek menilai pernyataan soal tampang Boyolali itu menandakan Prabowo tak memiliki sensitifitas terhadap rakyat kecil karena lahir dan dibesarkan dari kalangan elite.

"Pak Prabowo lahir dan tumbuh dari kalangan elit, hingga hari ini menjadi elite politik tidak pernah tahu feel nya menjadi kalangan menengah kebawah, sehingga tidak sensitif akan hal ini," kata Dedek dalam keterangan resminya, Senin (5/11).

Politisi PSI itu menyarankan tampang masyarakat kecil tidak seharusnya dijadikan bahan candaan karena sensitif.


Dedek menilai pernyataan Prabowo itu sebagai blunder politik yang kembali dilakukan usai insiden kabar bohong Ratna Sarumpaet.

"Akui saja, ini blunder kesekian beliau, seolah mengonfirmasi bahwa gaya beliau memang menumbuhkan pesimisme atau mengasihani diri sendiri di kalangan masyarakat," kata dia.

Dedek menilai seharusnya Prabowo memahami cara bercanda dengan menyinggung status sosial masyarakat merupakan hal yang buruk.

Oleh karena itu, ia menganggap wajar apabila masyarakat Boyolali marah terhadap candaan Prabowo tersebut.

"Jadi wajar bahwa ada rakyat, terutama di Boyolali yang marah kepada beliau, karena wajah mereka dianggap merepresentasikan kelas sosial tertentu yang dianggap tak layak masuk hotel berbintang," kata dia.

Pada Selasa (30/10) lalu, Prabowo sempat menyampaikan gurauan saat berkampanye di hadapan para relawannya di Boyolali, Jawa Tengah.

Ketika itu, Prabowo tengah membicarakan persoalan kesejahteraan masyarakat di Boyolali. Karena dianggap masih belum sejahtera, Prabowo pun menyebut masyarakat Boyolali tidak pernah ke hotel.

"Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian, ya, tampang-tampang orang Boyolali," ujar Prabowo. (rzr/gil)