Ace berpendapat janji Prabowo tersebut tidak realistis karena menurutnya ada sejumlah barang yang memang harus diimpor karena sulit didapat di Indonesia. Gandum, misalnya.
"Pertanyaannya itu adalah apakah gandum itu tumbuh enggak di Indonesia? pasti kebutuhan gandum tersebut impor dari luar negeri," kata Ace saat dihubungi wartawan, Senin (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Australia merupakan pemasok gandum nomor satu untuk Indonesia, berdasarkan data tahun 2016, disusul Ukraina, Kanada, amerika Serikat, Bulgaria, Moldova, Uruguay, dan Rusia.
Tanaman gandum berulangkali diujicoba ditanam di Indonesia namun, jumlahnya masih minim. Selain itu, riset tentang gandum juga masih terbatas.
Ace meminta Prabowo Subianto untuk realistis terkait janji menghentikan impor di bidang pangan.
"Menurut saya harus realistis, terhadap apa yang diucapkannya," ujar Ace.
Selain gandum, untuk impor beras dan gula, menurut Ace juga diperlukan strategi terutama untuk menstabilkan harga di dalam negeri jika ada kendala musim panen.
"Jadi apa yang dilakukan pemerintah itu saya kira juga memiliki argumen tertentu sehingga dia harus melakukan impor," katanya.
"Kita di dalam berkampanye itu tentu harus mengedepankan sesuatu yang sifatnya realistis lah," ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo berjanji akan membawa Indonesia berdiri di kaki sendiri dengan melakukan swasembada.
"Saya bersaksi di sini kalau Insya Allah saya menerima amanah rakyat indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri!" kata Prabowo dalam Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
Prabowo mengatakan tidak akan melakukan impor baik di bidang pangan, energi hingga air.