Tim Jokowi Pertanyakan Prabowo: Gandum Tumbuh di Indonesia?

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 15:21 WIB
Tim Jokowi Pertanyakan Prabowo: Gandum Tumbuh di Indonesia? Juru Bicara tim Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mempertanyakan janji calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang akan menghentikan impor bila terpilih menjadi presiden.

Ace berpendapat janji Prabowo tersebut tidak realistis karena menurutnya ada sejumlah barang yang memang harus diimpor karena sulit didapat di Indonesia. Gandum, misalnya.

"Pertanyaannya itu adalah apakah gandum itu tumbuh enggak di Indonesia? pasti kebutuhan gandum tersebut impor dari luar negeri," kata Ace saat dihubungi wartawan, Senin (5/11).


Ace mengatakan pemerintah tidak bisa serta merta menghentikan impor komoditi gandum yang sulit tumbuh di Indonesia. Apalagi, kata Ace, salah satu produk turunan gandum adalah mie instan yang menjadi kegemaran masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data Asosiasi Tepung Terigu Indonesia (APTINDO) volume impor gandum Indonesia pada 2017 naik sekitar 9 persen menjadi 11,48 juta ton dari tahun sebelumnya. Nilainya meningkat 9,9 persen menjadi US$ 2,65 miliar dari tahun 2016.

Australia merupakan pemasok gandum nomor satu untuk Indonesia, berdasarkan data tahun 2016, disusul Ukraina, Kanada, amerika Serikat, Bulgaria, Moldova, Uruguay, dan Rusia.

Gandum bukanlah tanaman asli Indonesia. Kendati termasuk tanaman subtropis, namun gandum minim dibudidayakan di Indonesia. Membudidayakan tanaman gandum di Indonesia bukanlah perkara mudah.

Tanaman gandum berulangkali diujicoba ditanam di Indonesia namun, jumlahnya masih minim. Selain itu, riset tentang gandum juga masih terbatas.

Ace meminta Prabowo Subianto untuk realistis terkait janji menghentikan impor di bidang pangan.

"Menurut saya harus realistis, terhadap apa yang diucapkannya," ujar Ace.

Selain gandum, untuk impor beras dan gula, menurut Ace juga diperlukan strategi terutama untuk menstabilkan harga di dalam negeri jika ada kendala musim panen.

"Jadi apa yang dilakukan pemerintah itu saya kira juga memiliki argumen tertentu sehingga dia harus melakukan impor," katanya.
Menurut Ace, semua pihak dalam berkampanye harus mengedepankan sesuatu yang realistis untuk diwujudkan.

"Kita di dalam berkampanye itu tentu harus mengedepankan sesuatu yang sifatnya realistis lah," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo berjanji akan membawa Indonesia berdiri di kaki sendiri dengan melakukan swasembada.

"Saya bersaksi di sini kalau Insya Allah saya menerima amanah rakyat indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri!" kata Prabowo dalam Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.

Prabowo mengatakan tidak akan melakukan impor baik di bidang pangan, energi hingga air.
(ugo/ugo)