Banjir Bandang, Jembatan Tasikmalaya-Cipatujah Putus

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 17:57 WIB
Banjir Bandang, Jembatan Tasikmalaya-Cipatujah Putus Foto ilustrasi. (dok. Basarnas Jawa Barat)
Bandung, CNN Indonesia -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak dini hari tadi telah membuat banjir bandang yang membuat jembatan penghubung dengan Cipatujah terputus.

Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Budi Budiman Wahyu mengatakan banjir bandang yang membuat jembatan terputus itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.

"Telah terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur beberapa daerah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dari pukul 20.00 WIB (Senin) sampai dengan pukul 04.00 WIB yang mengakibatkan terjadinya luapan aliran Sungai Cipatujah di Kecamatan Cipatujah," kata Budi dalam keterangannya, Selasa (6/11).



Hujan yang mengguyur Tasikmalaya, kata dia, terjadi dengan volume antara 0.7 mm/jam sampai dengan 1.1 mm/jam.

Laporan sementara dilaporkan 50 kepala keluarga terendam banjir dan masih dalam verifikasi BPBD setempat.

Selain di Kecamatan Cipatujah, dampak hujan deras juga menyelimuti Kecamatan Karang Nunggal, Kabupaten Tasikmalaya.

Meluapnya aliran sungai di Desa Cikupa dan Desa Ciawi, mengakibatkan pemukiman warga terendam. Rumah yang terendam dan jumlah kepala keluarga yang terdampak masih dalam tahap verifikasi resmi. Namun, mengutip dari Antara, di kecamatan Cipatujah setidaknya ada 50 kepala keluarga terdampak. Sementara di Karang nunggal dan Cumaluga masih dalam tahap verifikasi.

Selain itu, bencana banjir berdampak pada korban jiwa.

"Ditemukan empat orang dengan jenis kelamin 2 laki-laki dan 2 perempuan. Untuk data korban masih dalam proses Identifikasi pihak terkait karena tidak ditemukan identitas apapun yang dibawa korban," ungkapnya.

Ketinggian air di Kecamatan Cipatujah saat ini seerti di area penduduk di Kampung Jajaway dan dan Kampung Ciandum pukul 01.00 WIB antara 50 cm - 1,8 meter. Sedangkan di Kecamatan Karang Nunggal, ketinggian air di Area pukul 03.00 WIB antara 30 cm dan 200 cm.

"Untuk selanjutnya BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dan melakukan pendampingan dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk penanganan ke lokasi kejadian," kata Budi.


Di satu sisi, Satker BPJN dibantu Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat sedang melakukan assesment di lapangan untuk penanganan pembangunan jembatan darurat dengan baja alias Jembatan Bailey.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan instrumen guna membangun jembatan darurat tersebut dikirim juga hari ini ke Cipatujah.

"Insya Allah selesai dalam 2-3 hari agar ekonomi kembali normal sambil menunggu persiapan pembangunan jembatan yang permanen," demikian kata Ridwan dikutip dari media sosial Instagram miliknya.

[Gambas:Instagram]

Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Pangandaran. Setidaknya terdapat empat kecamatan yang menjadi imbas dari kejadian banjir yang disebabkan akibat intensitas hujan yang tinggi.

Tiga Kecamatan yang terdampak, yakni Kecamatan Parigi, Kecamatan Cijulang, Kecamatan Sidamulih, dan Kecamatan Pangandaran. Sejumlah rumah warga pun terendam akibat banjir tersebut.

"Ada 14 desa yang terdampak," kata Budi.

Hingga saat ini BPBD masih melakukan pendataan untuk verifikasi data warga yang terdampak dari kejadian banjir Pangandaran. 

(hyg/kid)