Polisi Usut Dugaan Korupsi Bank Mandiri di Kasus SNP Finance

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 16:53 WIB
Polisi Usut Dugaan Korupsi Bank Mandiri di Kasus SNP Finance PT Bank Mandiri akan diperiksa bareskrim polri dalam kasus kredit PT SNP FInance. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mendalami dugaan tindak pidana korupsi PT Bank Mandiri Tbk (Persero) dalam pemberian kredit kepada perusahaan pembiayaan milik Grup Columbia, PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance.

Sebagai kreditur, PT Bank Mandiri memberikan limit fasilitas kredit kepada PT SNP Finance sebesar Rp10,525 triliun untuk rentang waktu 2004 hingga 2015.

Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Komisaris Besar Daniel Tahi Monang Silitonga membenarkan bahwa penyelidikan kasus tersebut dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim dengan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


"Benar (penyidikan oleh Bareskrim dan BPK)," katanya saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (9/11).

Dia pun menyatakan bahwa pihaknya tengah mengusut dugaan permasalahan keuangan yang dialami oleh PT SNP Finance sejak tahun 2010.

Terpisah, Kepala Subdirektorat II Dittipideksus Bareskrim, Kombes Golkar Pangarso juga membenarkan perihal dugaan permasalahan keuangan yang dialami oleh PT SNP Finance sejak 2010 tersebut. Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dia mengatakan bahwa hasil pengawasan OJK tersebut menjadi salah satu celah pihaknya untuk menyidik dugaan korupsi PT Bank Mandiri Tbk dalam pemberian kredit kepada PT SNP Finance.

"Ya, salah satunya saja," ujar Golkar.

Dia menambahkan pihaknya masih terus mengusut dan melakukan proses penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi ini.

Total kredit macet PT SNP Finance di Bank Mandiri tercatat sebesar Rp1,403 triliun dari total limit kredit sebesar Rp10,525 triliun. PT SNP Finance diduga membobol 14 bank dalam pendanaan kredit hingga menimbulkan kerugian sekitar Rp14 triliun.

Sejauh ini, jajaran Dittipideksus Bareskrim telah menangkap dan menahan tujuh orang tersangka dari PT SNP Finance yaitu Supervisior Treasury dan Bank Relation Wahyu Handoko, Direktur Utama Donni Satria, Direktur Keuangan Rudi Asnawi, Komisaris Utama Leo Chandra, Manager Keuangan Sie Lieng, Asisten Manajer Keuangan Anita Sutanto, Manager Akuntansi Christian D. Sasmita, dan Direktur Operasional Andi Paweloi.

(mts/DAL)