Sandiaga Minta Maaf Langkahi Makam Pendiri NU Kiai Bisri

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 07:42 WIB
Sandiaga Minta Maaf Langkahi Makam Pendiri NU Kiai Bisri Sandiaga Uno menyekar bunga di pemakaman. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sandiaga Uno meminta maaf telah melangkahi makam tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri. Calon wakil presiden nomor urut 02 itu mengaku khilaf.

"Pertama-tama, tentunya permohonan maaf. Manusia itu pasti ada khilaf. Saya hampir tiap hari berkunjung di kubur, ziarah," kata Sandiaga seperti dikutip detikcom di Pekanbaru, Riau, Senin (12/11).

Sandiaga mengaku kerap dipandu setiap kali berziarah. Kejadian di makam Kiai Bisri telah memberinya pelajaran untuk lebih menghormati persemayaman tokoh Islam.


"Dan dalam ziarah tersebut, tadi juga ada ziarah kubur, di sini juga ada pemandunya. Dan tanpa mau menyalahkan siapa-siapa, saya harus berani mengambil risiko ini bahwa kesalahan ada di saya," ujar dia.

"Oleh karena itu kesalahan saya, saya mohon maaf. Dan tentunya manusia penuh khilaf, penuh salah. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf," imbuh Sandiaga.

Peristiwa Sandiaga melangkahi makam menjadi pergunjingan publik. Video berdurasi 15 detik yang tersebar di media sosial memperlihatkan Sandi mengenakan sarung dan berkopiah hitam tengah menabur bunga bersama capres Prabowo Subianto.

Alih-alih berjalan melalui tepian kubur, Sandi dalam video tersebut terlihat melangkahi makam untuk kemudian nyekar ke makam yang berada di sebelahnya.
Sandiaga Minta Maaf Langkahi Makam Pendiri NU Kiai BisriSandiaga Uno meminta maaf kepada publik atas kekhilafannya melangkahi makam tokoh Nahdlatul Ulama KH Bisri Syansuri. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengatakan warga NU tidak berani untuk melangkahi makam karena menurut Said, tidak sesuai etika.

"Kalau warga NU tidak berani sama sekali bahasanya takut kualat, " ujar Said Aqil di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/11).

Said sendiri mengaku tidak berani melangkahi makam.

"Tidak berani, bukan karena politik (di luar konteks politik), ya saya saja tidak berani," ujarnya.

Ketua PBNU bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Robikin Emhas menjelaskan bahwa secara syariat, Islam tidak mengatur ihwal melangkahi makam seseorang. Hanya saja secara akhlak dan adab hal tersebut tidak benarkan.

"Di luar konteks politiknya, Islam itu selain akidah dan syariat adalah soal akhlak... termasuk juga dalam memperlakukan orang meninggal dunia juga harus ada akhlak," ujar Robikin

"Syariatnya jelas kalau muslim ya dimandikan dikafani disalati, dikubur, itu syariatnya. Ya akhlaknya, adabnya termasuk ketika sudah di kuburan ya tidak diperlakukan dengan tidak sepatutnya. Itu soal adab," ujar Robikin.

(gil/gil)