Sebulan Kampanye Capres di Medsos: Minim Pendidikan Politik

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 06:02 WIB
Kampanye kedua pasangan capres cawapres di pilpres 2019 masih berkutat di isu agama. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- SatuDunia, lembaga nirlaba yang fokus di bidang informasi, komunikasi, pengetahuan dan teknologi, merilis laporan pemantauan konten kampanye yang dilakukan calon presiden maupun timnya di media sosial pada periode September-Oktober 2018.

Melalui website www.iklancapres.id, SatuDunia memantau akun media sosial resmi milik pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tim kampanyenya itu di media sosial Facebook, Twitter dan Instagram.

"Berdasarkan pemantauan SatuDunia, tampaknya para tim kampanye capres belum menghadirkan pendidikan politik dalam kampanyenya di media sosial. Setidaknya, ada enam catatan dari SatuDunia dalam satu bulan kampanye," kata Direktur Yayasan SatuDunia Firdaus Cahyadi dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (12/11).

1. Isu Ekonomi Mendominasi


Menurut pantauan SatuDunia, isu ekonomi merupakan isu yang mendominasi kampanye masing-masing capres di media sosial. Pasangan Prabowo-Sandi disebut lebih banyak mengangkat isu ini dibanding Jokowi-Ma'ruf.

Tercatat, tim Prabowo-Sandi hingga 8 November 2018 telah mengangkat isu ekonomi dalam kampanyenya sebanyak 87,01 persen. Sementara tim Jokowi-Ma'ruf hanya 11,69 persen dalam mengangkat isu ini di media sosial.

"Meskipun demikian isu ekonomi dalam kampanye pilpres ini belum menyentuh substansi persoalan. Apalagi menawarkan alternatif dalam menyelesaikan persoalan ekonomi," kata Firdaus.


Firdaus menjelaskan narasi isu tentang persoalan kesenjangan ekonomi yang dibangun tim kampanye Prabowo-Sandi, sama sekali tidak menyentuh akar masalah. Persoalan ini dinilai hanya digambarkan di permukaan, tidak menyentuh akar masalah dari madzab ekonomi yang menyebabkannya.

"Tawaran gagasan alternatif pun tidak muncul dari pasangan tersebut, karena yang digambarkan masih berada di permukaan," ujarnya.

Hal yang sama juga nampak pada pasangan Jokowi-Ma'ruf. Kata Firdaus, narasi kampanye pasangan tersebut pada isu ini lebih menampakan kerja pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan melalui pembangunan berbagai infrastruktur.

"Tapi pasangan ini, juga tidak mengungkap sejauh mana infrastruktur mampu mengatasi persoalan kesenjangan sosial di satu wilayah dan antar wilayah. Pasangan ini juga nampak'malu-malu' mengungkapkan madzab ekonomi apa yang dipakai dibalik gegap gempita pembangunan infrastruktur," ujar Firdaus.

Kedua pasangan capres cawapres dikritik tak membahas masa depan infrastruktur pada kesenjangan ekonomi. (Anadolu Agency/Eko Siswono Toyudho)

SatuDunia pun mempertanyakan alasan kedua pasangan yang hanya menyentuh masalah di permukaan dalam isu ekonomi.

"Bisa jadi, masing-masing capres sebenarnya memakai madzab ekonomi yang sama dalam melihat persoalan ekonomi Indonesia. Hanya kemasaannya aja yang seolah-olah berbeda," kata Firdaus.

2. Isu Lingkungan Hidup Tidak Diminati

Menurut pantauan SatuDunia, isu lingkungan hidup hanya satu kali dikampanyekan di media sosial oleh masing-masing pasangan.

Padahal, kata Firdaus, dalam konsep pembangunan berkelanjutan, persoalan ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan lingkungan hidup.

"Pembangunan ekonomi akan berakhir pada kebangkrutan bila hanya menghasilkan kerusakan alam. Keduanya harus berjalan seiring. Namun, masing-masing capres nampaknya tidak begitu tertarik dengan isu lingkungan hidup dalam kampanye mereka di media sosial," ujarnya.

Kampanye Pilpres di Medsos: Minim Pendidikan PolitikIsu lingkungan tidak menjadi perhatian serius pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi. (REUTERS/Johannes P. Christo)

Lebih lanjut, Firdaus menyatakan para capres terlihat masih menganut paradigma usang yakni pertumbuhan ekonomi merupakan syarat untuk meningkatkan kesejahteraan. Kondisi ekonomi yang lebih sejahtera dinilai akan menjamin kelestarian lingkungan hidup.

Padahal, lanjutnya, paradigma usang itu sudah rontok ketika pertumbuhan ekonomi yang mengesampingkan kelestarian alam justru mengakibatkan bencana alam yang pada akhirnya justru membuat masyarakat jauh dari sejahtera.

Sehingga, Firdaus mempertanyakan alasan masing-masing pasangan capres yang seperti enggan atau tidak tertarik untuk mengangkat isu lingkungan hidup dalam kampanyenya.

"Jawabannya, mungkin terletak dari jejak ekologi dari lingkaran dalam masing-masing capres atau justru dari masing-masing pasangan capres itu sendiri," kata dia, "Bukan rahasia umum, bahwa lingkaran dalam dari masing-masing capres bahkan pasangan capres itu sendiri adalah pengusaha-pengusaha di sektor pertambangan, perkebunan skala besar, properti dan sektor-sektor lain yang dalam operasionalnya rentan menyebabkan kerusakan alam."

Perempuan Objek dalam Kampanye di Media Sosial

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2